55 NEWS – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Prakiraan terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan akan berlangsung hingga Senin, 22 Desember 2025. Kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran dan keamanan sektor transportasi di berbagai wilayah.

Related Post
Menyikapi proyeksi cuaca tersebut, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara tegas menginstruksikan seluruh operator transportasi – mencakup sektor darat, laut, udara, dan perkeretaapian – untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal. Beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca buruk yang diprediksi akan terjadi dalam dua hari ke depan. "Dari hari ini hingga esok, potensi hujan lebat bahkan sangat lebat masih mengintai. Oleh karena itu, saya meminta seluruh operator untuk berada dalam kondisi siaga penuh dan waspada terhadap segala kemungkinan cuaca ekstrem. Koordinasi intensif dengan BMKG adalah keharusan mutlak sebelum setiap perjalanan dilakukan," ujar Menhub Dudy dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (22/12/2025), seperti dilansir oleh 55tv.co.id.

Secara spesifik, untuk moda transportasi darat, BMKG mengidentifikasi beberapa wilayah yang sangat berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat. Area-area tersebut meliputi sebagian besar Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta wilayah Papua Pegunungan. Operator diharapkan untuk memantau kondisi jalan dan memastikan kesiapan infrastruktur serta armada.
Sementara itu, bagi operator transportasi laut, peringatan serupa dikeluarkan untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Wilayah perairan yang patut diwaspadai mencakup Perairan Utara Banten hingga Jawa Tengah, Laut Jawa bagian Barat dan Tengah, Selat Sunda bagian Utara, Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu, Perairan Selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Banda, Teluk Cendrawasih, dan Perairan Utara Papua Barat hingga Papua. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama, dengan imbauan untuk menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Instruksi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan publik, khususnya di tengah peningkatan mobilitas masyarakat menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru. Seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi diharapkan dapat bekerja sama secara proaktif untuk memitigasi risiko dan memastikan perjalanan yang aman bagi seluruh penumpang.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar