55tv.co.id – Jakarta Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaiman mengamati lonjakan permintaan Pertalite setelah harga bahan bakar minyak jenis Pertamax RON 92 naik signifikan Masyarakat kini beralih ke Pertalite hal ini memicu kekhawatiran akan ketersediaan pasokan.

Related Post
Pihak ESDM kini berupaya keras mengelola penyaluran bahan bakar bersubsidi tersebut Langkah ini diambil guna mencegah potensi kelangkaan serupa yang sempat terjadi di Provinsi Sumatera Utara beberapa waktu lalu Laode menekankan pentingnya pengaturan distribusi yang ketat.

Meskipun demikian Laode menjelaskan hingga saat ini belum ada agenda pembahasan mengenai penambahan jatah Pertalite untuk mengimbangi peningkatan kebutuhan di berbagai wilayah Ia menyatakan manajemen distribusi menjadi fokus utama saat ini termasuk upaya menuntaskan masalah kelangkaan yang sebelumnya melanda Sumatera Utara.
Pernyataan ini disampaikan Laode di sela-sela sebuah acara di Jakarta pada Selasa lalu.
Mengenai harga bahan bakar non subsidi Laode belum dapat memastikan apakah harganya akan kembali turun Ia menegaskan bahwa harga jual BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite tetap mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price ICP Jika harga minyak mentah global naik harga BBM non subsidi juga akan ikut naik.
Guna menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar bersubsidi PT Pertamina Persero memastikan penyalurannya akan mendapat pengawalan ketat dari aparat penegak hukum Langkah ini diambil untuk menghindari terulangnya insiden kelangkaan yang pernah terjadi di Sumatera Utara.










Tinggalkan komentar