55 NEWS – Geger! Panasonic Holdings, raksasa elektronik global, mengumumkan PHK massal terhadap 10.000 karyawannya. Kabar ini sontak mengguncang pasar global. Namun, ada kabar baik dari Indonesia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan, PHK tersebut sama sekali tidak berdampak pada operasional Panasonic di Tanah Air.

Related Post
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pilar produksi penting Panasonic di Asia Tenggara. Lebih mengejutkan lagi, pabrik Panasonic di Indonesia bahkan berperan sebagai basis ekspor ke lebih dari 80 negara! "PHK di Panasonic Holdings tidak mempengaruhi operasional kita. Pabrik di Indonesia justru menjadi tulang punggung ekspor, membuktikan kekuatan daya saing industri elektronik nasional," tegas Febri.

Lantas, apa rahasia di balik ketahanan Panasonic Indonesia di tengah badai PHK global? Febri mengakui, utilisasi industri elektronik memang sedang lesu, hanya mencapai 50,64% di kuartal I 2025, jauh di bawah angka 75,6% sebelum pandemi. Kondisi ini menjadi alarm bagi semua pelaku industri untuk beradaptasi dan bertransformasi demi daya saing yang lebih tinggi.
"Persaingan global semakin sengit. Transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci keberlangsungan," tambah Febri. Pemerintah sendiri, lanjut Febri, terus berupaya meningkatkan utilisasi melalui perlindungan pasar domestik dari produk impor, menjaga investasi elektronik yang sudah ada, dan menarik investasi baru.
Indonesia, menurut Febri, memiliki keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat, salah satu terbesar di kawasan. Dukungan pemerintah melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi yang handal dan tahan banting. Jadi, tenang saja, dampak PHK massal Panasonic ini tampaknya tak akan sampai ke Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar