Potensi Emas Energi Surya Indonesia

Potensi Emas Energi Surya Indonesia

55tv.co.id – Indonesia kini tengah berada di ambang transformasi besar dalam sektor energi nasional. Ambisi untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memenuhi komitmen iklim global telah menempatkan energi surya sebagai primadona baru dalam peta pengembangan energi terbarukan di tanah air. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas kapasitas pembangkitan listrik, tetapi juga diproyeksikan menjadi mesin penggerak baru bagi industri domestik.

COLLABMEDIANET

Namun, untuk mengubah visi besar tersebut menjadi realitas yang konkret, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyelaraskan kebijakan pemerintah, kesiapan infrastruktur industri, serta skema pembiayaan yang mampu memenuhi standar tinggi para investor internasional.

Potensi Emas Energi Surya Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, menegaskan bahwa pencapaian target energi surya nasional tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan mitra global untuk memastikan keberhasilan proyek-proyek strategis. Menurutnya, peluang bagi para investor saat ini sudah terbuka lebar.

"Target 100 GWp adalah mandat kerja langsung yang harus kita selesaikan. Peluang bagi investor sudah tersedia saat ini," ujar Mada dalam keterangannya di Jakarta. Ia juga memaparkan sejumlah proyek skala besar yang tengah disiapkan, termasuk program Mentari 1 dan Mentari 2 dengan kapasitas 2,7 GWp, serta rencana tender elektrifikasi untuk lebih dari 600 desa pada tahun mendatang.

Dalam ajang Indonesia Solar Investment Forum 2026, para ahli dan pemangku kepentingan mendiskusikan bagaimana Indonesia dapat memposisikan diri sebagai destinasi investasi energi surya yang kompetitif. Fokus utama diskusi meliputi aspek keekonomian proyek, kepastian regulasi, hingga tren teknologi terbaru yang dibutuhkan untuk menarik modal asing.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York, Tessal Febrian, menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meminimalkan ketidakpastian bagi para pemodal. Salah satu langkah nyata adalah penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang bertujuan menyederhanakan proses perizinan berusaha dan mempercepat pengembangan industri.

"Indonesia menyediakan berbagai insentif fiskal untuk mendukung investasi hijau, seperti tax allowance, pembebasan bea masuk, hingga super tax deduction. Kami menyadari bahwa kebijakan energi surya akan terus bertransformasi seiring dengan pertumbuhan pasar yang dinamis," jelas Tessal.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Presiden US-ASEAN Business Council, Mario Masaya, memberikan pandangan dari perspektif pelaku usaha Amerika Serikat. Ia melihat ambisi besar Indonesia di sektor surya sebagai peluang emas yang mencakup berbagai lini, mulai dari penyediaan teknologi, pembangunan infrastruktur, hingga layanan pendukung lainnya.

Masaya menekankan bahwa kejelasan regulasi dan dialog yang berkelanjutan antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi kunci utama bagi perusahaan internasional untuk berkolaborasi dengan mitra lokal di Indonesia. Dengan sinergi yang tepat, transisi energi ini diharapkan mampu membawa Indonesia menuju era baru ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar