Potensi Raksasa Pasar Furnitur Indonesia

Potensi Raksasa Pasar Furnitur Indonesia

55tv.co.id – Industri furnitur nasional kini tengah berada di ambang peluang emas yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data terbaru, nilai pasar furnitur di Indonesia telah menyentuh angka fantastis sebesar USD736,21 miliar. Angka yang sangat besar ini mencerminkan betapa masifnya potensi ekonomi yang bisa digali dari sektor pengolahan kayu dan produk perabot rumah tangga di tanah air.

COLLABMEDIANET

Melihat besarnya angka tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini tengah merumuskan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri ini. Fokus utama pemerintah adalah mendorong modernisasi teknologi, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkaya inovasi desain agar produk lokal tidak hanya jago di kandang, tetapi juga mampu mendominasi pasar internasional.

Potensi Raksasa Pasar Furnitur Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa industri furnitur nasional memiliki prospek pertumbuhan yang sangat cerah. Hal ini didorong oleh dua faktor utama, yakni melonjaknya permintaan dari pasar domestik serta tingginya minat konsumen global terhadap produk-produk berbahan dasar kayu yang berkualitas.

"Indonesia memiliki modal yang sangat kuat karena ketersediaan bahan baku kayu yang melimpah," ujar Putu dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Namun, Putu memberikan catatan penting bahwa ketersediaan bahan baku saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan global. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana industri manufaktur dalam negeri mampu mengadopsi teknologi mesin produksi yang lebih modern. Tanpa adanya pembaruan mesin dan digitalisasi proses produksi, produktivitas akan sulit ditingkatkan, dan produk Indonesia akan sulit bersaing dari segi harga maupun presisi dengan negara lain.

Pentingnya modernisasi ini semakin terlihat jika kita menilik peta persaingan global. Hingga tahun 2026, kayu masih menjadi primadona dalam industri furnitur dunia dengan pangsa pasar mencapai sekitar 62 persen. Artinya, siapa pun yang mampu mengolah kayu dengan teknologi terbaik, dialah yang akan memimpin pasar.

Sebagai pelajaran berharga, Putu mencontohkan kesuksesan Vietnam. Negara tetangga tersebut berhasil melakukan lompatan besar dalam industri furnitur. Jika pada tahun 2000 posisi Indonesia masih berada di atas Vietnam, kini situasinya telah berbalik. Pada tahun 2025, Vietnam telah mengukuhkan diri sebagai eksportir furnitur terbesar kedua di dunia.

Keberhasilan Vietnam tersebut merupakan buah dari konsistensi mereka dalam memperkuat rantai pasok dan mengadopsi teknologi manufaktur yang canggih. Hal inilah yang menjadi alarm bagi pelaku industri di Indonesia agar segera melakukan transformasi. Pemerintah berharap, dengan dukungan modernisasi mesin dan pengembangan desain yang lebih kreatif, Indonesia dapat kembali merebut takhta sebagai pemain utama furnitur dunia dan mengoptimalkan nilai pasar yang mencapai ratusan miliar dolar tersebut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar