55 NEWS – Pemerintah Republik Indonesia, melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tengah gencar memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air nasional. Langkah proaktif ini diambil sebagai respons antisipatif terhadap potensi kekeringan, sekaligus untuk mendongkrak indeks pertanaman (IP) dan produktivitas sektor pertanian demi menjaga stabilitas pasokan pangan hingga tahun 2026.

Related Post
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyatakan optimisme tinggi terhadap prospek pertanian di tahun mendatang. Menurutnya, sinergi lintas sektoral dan regional, khususnya di Pulau Jawa, telah mencapai tingkat kematangan yang menjadi fondasi kuat. "Kami sangat optimistis tahun ini akan jauh lebih baik. Model kerja sama terintegrasi, mulai dari persiapan infrastruktur air hingga penyediaan benih berkualitas, telah terbentuk dan harus terus diperluas ke seluruh penjuru Indonesia," tegas Sam pada Jumat (3/4/2026), seperti dilaporkan 55tv.co.id.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan yang tepat dalam manajemen air untuk budidaya padi. Sam menjelaskan bahwa padi bukanlah tanaman yang memerlukan genangan air berlebihan, melainkan membutuhkan pasokan air yang optimal dan teratur untuk mencapai hasil panen terbaik. "Jika pengelolaan air dan pola tanam dapat diselaraskan secara presisi, termasuk percepatan tanam segera setelah panen, maka siklus produksi akan menjadi jauh lebih efisien dan hasilnya pun maksimal," imbuhnya.
Dari sisi operasional, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, yang juga menjabat PJ Swasembada Jawa Tengah, menyerukan agar seluruh jajaran tidak lengah dan tetap menjaga semangat dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan. Ia secara khusus menekankan periode krusial antara April hingga Mei. "Kita tidak boleh sedikit pun menurunkan semangat dalam mempertahankan swasembada pangan yang berkelanjutan. Bulan April dan Mei ini, sesuai arahan Menteri Pertanian, adalah periode yang harus kita kawal bersama. Semoga semua berjalan lancar dan target produksi tercapai," ujar Alam.
Upaya percepatan pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi menjadi tulang punggung strategi ini, dirancang untuk memungkinkan peningkatan frekuensi tanam di berbagai sentra produksi. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat memitigasi risiko gagal panen akibat kekeringan dan sekaligus memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga, memberikan kepastian bagi roda ekonomi pertanian.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar