55tv.co.id – Sebuah kejanggalan mencengangkan terkuak dalam sistem pendataan kesejahteraan nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibuat terheran-heran setelah mendapati anomali data yang berpotensi menggagalkan penyaluran bantuan sosial. Ia pun bertekad menguji ulang akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional DTSEN yang menjadi sorotan.

Related Post
Bagaimana mungkin anak seorang menteri masuk kategori desil 7 sementara seorang tukang becak justru tercatat di desil 10, yang menandakan tingkat kesejahteraan paling tinggi? Inilah pertanyaan besar yang menggelayuti benak Purbaya. Ia menyebut, putranya Yudo Achilles Sadewa, dilaporkan berada di desil 7, sementara laporan lain menyebut seorang tukang becak justru menempati desil paling atas.

Purbaya mengaku bingung dan mempertanyakan proses pemutakhiran DTSEN 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik BPS. "Mengapa data ini bisa meleset? Saya sendiri tidak tahu pasti. Saya belum sempat meninjau langsung metodologi yang digunakan BPS, padahal mereka seharusnya adalah pihak yang paling kompeten dalam hal ini," ungkap Purbaya kepada awak media di Jakarta.
Menurutnya, akurasi penetapan desil sangat vital. Kesalahan sekecil apapun dalam pendataan berpotensi besar menyebabkan program bantuan sosial tidak sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. "Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Laporan yang saya terima, anak saya di desil 7 dan tukang becak di desil 10, itu sungguh tidak masuk akal. Saya akan segera melakukan pengecekan ulang secara menyeluruh," tegasnya, menunjukkan keseriusan dalam menanggapi masalah ini.










Tinggalkan komentar