55tv.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyuarakan sikap tegas Indonesia di kancah internasional. Ia menekankan bahwa Tanah Air wajib memainkan peran sentral dalam merumuskan arsitektur pemerintahan global, bukan sekadar menjadi pengikut kebijakan yang dibuat pihak lain. Pernyataan ini disampaikan Airlangga saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi BRICS ke-18 di Bharat Mandapam, New Delhi, India.

Related Post
Airlangga menggarisbawahi betapa krusialnya keterlibatan bangsa-bangsa berkembang dalam setiap meja perundingan tata kelola dan sistem perdagangan multilateral. Tanpa partisipasi aktif, ketentuan-ketentuan global berisiko ditetapkan dan diterapkan tanpa mengakomodasi kepentingan mereka. Oleh karena itu, Indonesia harus terus berkontribusi proaktif dalam membentuk tatanan dunia yang lebih merangkul semua pihak, mewakili kepentingan luas, dan menjunjung tinggi keadilan.

KTT BRICS 2026, yang diselenggarakan di bawah kepemimpinan India, mengusung tema "Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan". Dalam dimensi ekonomi, forum ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari upaya mempererat kolaborasi finansial, mendorong skema penyelesaian transaksi mata uang lokal, membangun jaringan pasokan global yang kokoh, hingga memperkuat sistem perdagangan dunia yang adil dan terbuka.
Dalam sebuah pertemuan terbatas bertajuk "Pemerintahan Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme", Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti pentingnya membangun daya tahan bersama di tingkat global, yang bermula dari ketahanan nasional dan diperkuat melalui kerja sama regional. Presiden Prabowo juga menegaskan posisi BRICS sebagai kekuatan besar yang merepresentasikan peta perekonomian dan populasi dunia saat ini.










Tinggalkan komentar