55 NEWS – Di tengah dinamika pembangunan ekonomi daerah, sebuah kisah inspiratif muncul dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sri Malasarin, seorang Mantri BRI yang berdedikasi di wilayah Mujur, Kecamatan Praya Timur, telah menjelma menjadi arsitek kebangkitan ekonomi lokal. Dengan pendekatan yang tak hanya profesional namun juga humanis, ia berhasil membuktikan bahwa kekuatan perempuan, dipadukan dengan ketekunan, mampu menjadi motor penggerak kemakmuran di tingkat desa.

Related Post
Dikenal akrab dengan sapaan Mala, sosok perempuan tangguh ini tidak hanya sekadar menjalankan tugasnya sebagai tenaga pemasar mikro. Lebih dari itu, ia telah mengukir jejak sebagai mentor dan fasilitator vital bagi para pelaku usaha mikro, khususnya para petani. Selama bertahun-tahun, dedikasi dan keuletannya telah membuka akses pembiayaan yang krusial serta memberikan pendampingan strategis, memungkinkan banyak usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang melampaui ekspektasi.

Perjalanan karier Mala menuju posisi Mantri BRI yang strategis ini dimulai setelah ia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Pertanian Agribisnis. Pengalaman awalnya di sektor keuangan sebelum bergabung dengan BRI sebagai frontliner pada tahun 2012, menjadi fondasi kuat. Dua tahun berselang, tepatnya pada 2014, ia berhasil melewati seleksi internal yang ketat dan dipercaya mengemban amanah sebagai Mantri BRI. Peran baru ini membawanya langsung berinteraksi dengan denyut nadi ekonomi masyarakat, menghadapi beragam tantangan sekaligus peluang untuk memberikan kontribusi nyata.
Mala memahami betul bahwa kunci utama dalam menjalankan tugasnya adalah membangun jembatan kepercayaan dan hubungan yang solid dengan setiap nasabah. "Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik. Kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan," ungkap Mala, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Filosofi ini menjadi panduan utamanya dalam melayani beragam lapisan masyarakat, dari petani hingga pedagang kecil.
Melalui strategi "sentuhan hati" ini, Mala tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Ia membantu para pelaku usaha mikro memahami literasi keuangan, mengelola modal dengan bijak, serta mengidentifikasi potensi pasar yang belum tergarap. Hasilnya, banyak usaha kecil yang sebelumnya kesulitan kini mampu berkembang pesat, menciptakan lapangan kerja baru, dan secara signifikan meningkatkan pendapatan keluarga. Kisah inspiratif Sri Malasarin ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas, dengan dukungan individu yang tepat, adalah kunci menuju kemandirian dan kemakmuran.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar