55tv.co.id – Sebuah pertemuan krusial digelar Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediamannya di Hambalang Bogor pada Jumat malam 4 September 2026. Dalam agenda penting itu, Prabowo mengundang Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani yang juga menjabat CEO Danantara, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Diskusi intensif tersebut berpusat pada dua isu strategis yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi nasional.

Related Post
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa percepatan hilirisasi menjadi prioritas utama yang dibahas. Langkah ini dianggap fundamental untuk mendongkrak nilai tambah sumber daya alam di Tanah Air, memperkuat iklim investasi, dan pada akhirnya menciptakan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain membahas percepatan hilirisasi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang bagi Presiden untuk menerima laporan progres penataan dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 entitas BUMN telah berhasil dibubarkan. Kebijakan ini disebut-sebut telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.
Proses restrukturisasi BUMN ini tidak berhenti di situ. Konsolidasi akan terus berlanjut dengan target ambisius, yaitu melikuidasi setidaknya 700 BUMN tambahan hingga akhir Desember 2026. Upaya penyederhanaan struktur perusahaan negara ini diperkirakan mampu menciptakan efisiensi anggaran yang fantastis, mencapai Rp100 triliun. Sebuah gebrakan besar yang diharapkan mampu menyehatkan keuangan negara dan meningkatkan produktivitas sektor publik.










Tinggalkan komentar