Revolusi Kapal Listrik Hemat Biaya Nelayan

Revolusi Kapal Listrik Hemat Biaya Nelayan

55tv.co.id – Sebuah transformasi hijau mulai terasa di pesisir pantai Bali. Para nelayan setempat kini mulai beralih dari penggunaan mesin konvensional ke teknologi kapal bertenaga listrik. Langkah inovatif ini tidak hanya menjadi solusi atas mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga menjadi angin segar bagi kelestarian ekosistem laut dan hutan mangrove di wilayah tersebut.

COLLABMEDIANET

Perubahan signifikan ini dirasakan langsung oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari. Mereka kini mengoperasikan armada kapal listrik yang didukung oleh teknologi energi terbarukan. Untuk mengisi daya baterai kapal, mereka memanfaatkan fasilitas pengisian daya berbasis panel surya dengan kapasitas mencapai 8,72 kilowatt peak (kWp). Fasilitas canggih ini mampu mengisi daya 10 unit baterai sekaligus untuk menggerakkan lima mesin kapal listrik secara efisien.

Revolusi Kapal Listrik Hemat Biaya Nelayan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

I Wayan Wirtha, salah satu anggota KUB Tanjung Sari, mengungkapkan bahwa peralihan teknologi ini memberikan dampak ekonomi yang sangat nyata bagi para nelayan. Jika sebelumnya mereka harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli BBM, kini beban tersebut terpangkas drastis.

"Selain mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan wisata (ecotrip), biaya operasional kami juga jauh lebih hemat. Dulu pengeluaran untuk bahan bakar bisa mencapai sekitar Rp600.000 per bulan, sekarang hanya sekitar Rp200.000 saja sebagai biaya cadangan," ujar Wirtha saat memberikan keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Selain membantu efisiensi biaya melaut, kapal listrik ini memiliki nilai tambah dari sisi lingkungan. Karena mesinnya bekerja dengan sangat senyap, kapal ini sangat ideal digunakan untuk layanan wisata susur mangrove di kawasan Desa Kelan. Suara mesin yang minim kebisingan sangat penting untuk menjaga ketenangan habitat burung-burung di kawasan mangrove, sehingga ekosistem tetap terjaga tanpa gangguan suara bising mesin diesel.

Tak hanya soal penghematan, penggunaan kapal listrik ini juga membuka keran pendapatan baru bagi masyarakat pesisir. Melalui layanan mangrove ecotrip, para nelayan kini bisa merangkap sebagai pemandu wisata. Dari setiap perjalanan wisata yang mereka jalankan, nelayan dapat mengantongi pendapatan tambahan hingga Rp350.000 per trip.

Inisiatif ini mendapat apresiasi positif dari sektor industri. Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menyatakan bahwa transisi menuju energi yang lebih bersih harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, teknologi ini adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir tanpa harus merusak alam yang menjadi sumber penghidupan mereka. Dengan demikian, ekonomi tumbuh, lingkungan tetap terjaga, dan nelayan pun lebih sejahtera.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar