55 NEWS – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan gejolak signifikan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Setelah beberapa waktu mencatatkan pergerakan, nilai logam mulia ini terjun bebas sebesar Rp15.000 per gram, memposisikan harga jual di angka Rp2.769.000 per gram. Penurunan yang cukup substansial ini sontak memicu perhatian serius dari para investor dan analis pasar komoditas.

Related Post
Koreksi harga ini membawa logam mulia Antam dari level sebelumnya yang berada di Rp2.784.000 per gram. Sejalan dengan harga jual, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga mengalami penurunan substansial, yakni sebesar Rp24.000. Kini, harga buyback berada di level Rp2.549.000 per gram. Situasi ini tentu menjadi sorotan utama bagi para pemilik emas yang tengah mempertimbangkan strategi divestasi atau ingin mencairkan investasinya.

Informasi harga ini, yang bersumber dari laman resmi Logam Mulia Antam, berlaku efektif untuk transaksi pengambilan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Gedung Antam Jakarta. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa varian emas batangan dilaporkan belum tersedia di situs resmi tersebut, mengindikasikan adanya dinamika stok atau lonjakan permintaan yang perlu dicermati oleh calon pembeli.
Dalam konteks regulasi perpajakan, transaksi pembelian emas batangan saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, yang secara eksplisit mengecualikan PPN dari komponen perhitungan total transaksi. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
Meskipun demikian, setiap transaksi pembelian emas batangan tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari nilai total. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023. PT Antam Tbk, selaku penjual, akan menerbitkan bukti potong PPh 22 sebagai bentuk transparansi dan kepatuhan administrasi.
Fluktuasi harga emas yang terjadi secara berkelanjutan ini menegaskan kembali perannya sebagai salah satu aset investasi paling sensitif terhadap sentimen pasar global dan domestik. Para investor diimbau untuk senantiasa melakukan analisis mendalam dan memantau pergerakan pasar secara cermat sebelum mengambil langkah strategis, baik untuk membeli maupun menjual.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar