Rupiah Anjlok Anggaran Makan Gratis Terancam

Rupiah Anjlok Anggaran Makan Gratis Terancam

55tv.co.id – Sorotan tajam tertuju pada dua isu vital menjelang pembacaan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara RAPBN 2027 oleh pemerintah pekan depan. Stabilitas makroekonomi dan kredibilitas fiskal Indonesia dipertaruhkan. Penentuan patokan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan nasib anggaran program Makan Bergizi Gratis MBG yang akan dipisah dari alokasi wajib pendidikan menjadi perdebatan sengit.

COLLABMEDIANET

Rahma Gafmi seorang ekonom terkemuka sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga menyoroti pentingnya asumsi makro Rupiah yang seimbang. Keseimbangan ini krusial untuk menjaga daya saing sektor ekspor dan menekan lonjakan biaya bahan baku di dalam negeri.

Rupiah Anjlok Anggaran Makan Gratis Terancam
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Faktanya asumsi nilai tukar Rupiah di APBN yang sebelumnya ditetapkan sekitar Rp16.500 per dolar AS kini jauh meleset. Realitas transaksi pasar spot dan kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan angka mendekati Rp17.900 bahkan menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Kesenjangan signifikan ini memicu tekanan serius bagi ekonomi nasional.

Pelemahan Rupiah yang berkepanjangan bukan sekadar isu spekulatif. Industri pengolahan manufaktur Indonesia yang sangat bergantung pada bahan baku dan komponen impor menghadapi kenaikan biaya produksi yang tak terhindarkan. Ini adalah efek domino yang nyata.

Pelaku usaha kini dihadapkan pada dilema pahit. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual di saat daya beli masyarakat menurun atau memangkas kapasitas produksi. Sektor padat karya yang sensitif terhadap biaya operasional terancam. Margin keuntungan yang menipis bisa memicu tindakan drastis seperti pengurangan jam kerja bahkan Pemutusan Hubungan Kerja PHK massal.

"Kenaikan biaya produksi diiringi pelemahan daya beli masyarakat akibat inflasi mengikis laba industri secara signifikan" ungkap Rahma. Ia menambahkan bahwa sektor padat karya yang rentan terhadap biaya operasional seringkali terpaksa mengambil langkah darurat. Mulai dari menghentikan kontrak pekerja membatasi jam kerja hingga PHK massal menjadi pilihan pahit demi menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Efek domino pelemahan kurs Rupiah juga merambah sektor pangan. Meskipun bahan makanan pokok diproduksi di dalam negeri komponen pendukung seperti pupuk kimia bahan baku pestisida dan pakan ternak impor seperti kedelai dan jagung ikut merangkak naik. Ujungnya harga eceran kebutuhan pokok di pasaran ikut melambung tinggi membebani konsumen.

Untuk menahan laju pelemahan Rupiah yang melampaui batas fundamental diperlukan sinergi kuat antara kebijakan moneter bank sentral dan koordinasi fiskal pemerintah. Ini adalah kunci utama stabilitas.

"Apabila deviasi kurs pasar jauh melampaui fundamental atau asumsi fiskal mencapai Rp17.900 per dolar AS intervensi bank sentral mutlak diperlukan" tegasnya. Ia menambahkan bahwa operasi moneter instrumen valas seperti optimalisasi sekuritisasi serta koordinasi fiskal adalah benteng terakhir. Ini untuk mencegah tekanan biaya bermutasi menjadi krisis daya beli dan pengangguran struktural yang lebih parah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar