55tv.co.id – Pergerakan saham PT Bach Multi Global Tbk BACH belakangan ini sukses menyedot perhatian para pelaku pasar modal. Sejak debutnya di Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran umum perdana Rp442 per lembar saham BACH langsung tancap gas melonjak 2443 persen pada hari pertama perdagangan. Bahkan dalam beberapa hari berikutnya nilai saham emiten ini sempat menyentuh level Rp880 sebuah kenaikan yang signifikan.

Related Post
Lonjakan minat investor terhadap BACH tak lepas dari prospek cerah sektor infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Era transformasi digital yang kian masif pengembangan jaringan 5G serta peningkatan permintaan akan layanan berbasis kecerdasan buatan AI dan komputasi awan cloud computing menjadi pendorong utama.

Dipo Satria Ramli pengamat dari CORE Indonesia menegaskan potensi pertumbuhan sektor ini masih sangat besar dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Menurutnya permintaan untuk pembangunan menara telekomunikasi dan jaringan serat optik tetap tinggi seiring bertambahnya kebutuhan baik dari pelanggan individu maupun korporasi.
Dipo juga menjelaskan transisi dari jaringan 4G ke 5G memerlukan kepadatan menara yang lebih tinggi. Hal ini akan memicu pembangunan microcells atau menara berukuran mikro secara lebih intensif. Selain itu kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan justru menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi industri ini untuk terus berekspansi.
Kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik menara telekomunikasi jaringan serat optik hingga kabel bawah laut tetap menjadi prioritas utama. Sementara itu peningkatan penggunaan internet AI dan cloud computing akan menjadi akselerator yang mempercepat perkembangan sektor vital ini.










Tinggalkan komentar