55 NEWS – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan kinerja luar biasa dalam layanan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) hingga akhir tahun 2025. Perusahaan logistik berbasis kereta api ini berhasil membukukan kenaikan volume angkutan B3 yang signifikan, mencapai 14.256 ton. Angka ini melesat 37% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 10.386 ton, menyoroti peran krusial KAI Logistik dalam rantai pasok industri yang membutuhkan penanganan limbah khusus.

Related Post
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan impresif ini merupakan cerminan dari tingginya kepercayaan para pelanggan terhadap kapabilitas KAI Logistik. "Kami berkomitmen menyediakan layanan angkutan limbah B3 yang tidak hanya andal, tetapi juga sepenuhnya mematuhi regulasi ketat yang berlaku," ujar Aniek dalam keterangan resminya kepada 55tv.co.id pada Sabtu (17/1/2026).

Aniek menambahkan, pengelolaan limbah B3 bukanlah perkara mudah. Sektor ini menuntut sistem logistik yang aman, terintegrasi, dan patuh terhadap segala ketentuan hukum demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan. "Angkutan limbah B3 memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, pemilihan moda dan layanan angkutan menjadi sangat vital untuk memastikan pengelolaan limbah yang aman, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip keberlanjutan," jelasnya.
KAI Logistik memastikan setiap pengangkutan limbah B3 dilakukan berdasarkan Surat Rekomendasi Pengangkutan B3 melalui Kereta Api. Dokumen ini menjadi jaminan bahwa seluruh jalur, titik muat, hingga titik bongkar di wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif yang ditetapkan oleh regulasi lingkungan dan perkeretaapian. Konsistensi dalam kepatuhan ini menjadi fondasi utama kepercayaan yang diberikan oleh para mitra industri.
Keunggulan moda transportasi kereta api, menurut Aniek, terletak pada aspek keselamatan dan pengendalian risiko yang superior. Dengan jalur khusus, potensi terjadinya kecelakaan atau pencemaran lingkungan dapat diminimalkan secara signifikan dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Ini menjadikan kereta api pilihan strategis untuk angkutan material berisiko tinggi seperti limbah B3, sekaligus mendukung upaya keberlanjutan lingkungan yang menjadi fokus global.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar