Sepatu BATA Pamit dari Indonesia: Siapa Dalang di Balik Keputusan Pahit Ini?

Sepatu BATA Pamit dari Indonesia: Siapa Dalang di Balik Keputusan Pahit Ini?

55 NEWS – Kabar mengejutkan datang dari industri alas kaki Tanah Air. PT Sepatu Bata Tbk (BATA), perusahaan yang telah lama menghiasi kaki masyarakat Indonesia, resmi menghentikan produksi sepatu. Keputusan pahit ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025, menandai berakhirnya era produksi sepatu BATA di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik BATA yang mengambil keputusan krusial ini?

COLLABMEDIANET

Dalam ringkasan risalah RUPSLB yang dipublikasikan, terungkap bahwa para pemegang saham sepakat untuk menghapus kegiatan usaha industri alas kaki dari Anggaran Dasar Perseroan. Artinya, BATA tidak lagi fokus pada produksi sepatu sehari-hari yang selama ini menjadi ciri khasnya. Perubahan ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah bisnis perusahaan ke depannya.

Sepatu BATA Pamit dari Indonesia: Siapa Dalang di Balik Keputusan Pahit Ini?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk menghapus kegiatan usaha industri alat kaki untuk kebutuhan sehari-hari," demikian bunyi ringkasan risalah RUPSLB tersebut. Selain itu, RUPSLB juga menyetujui penyusunan ulang seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan sebagai tindak lanjut dari perubahan strategis ini.

Meskipun BATA telah menghentikan produksi sepatu di Indonesia, merek ini tetap memiliki sejarah panjang dan relevan di mata konsumen. Keputusan untuk menghentikan produksi tentu didasari oleh berbagai pertimbangan bisnis yang matang. Namun, pertanyaan mengenai siapa pemilik sebenarnya dan apa motif di balik keputusan ini masih menjadi misteri yang menarik untuk diungkap. Informasi lebih lanjut mengenai pemilik saham mayoritas dan strategi bisnis BATA ke depan dapat diakses melalui situs resmi perusahaan di 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar