55tv.co.id – Badan Pangan Nasional Bapanas baru-baru ini melontarkan peringatan keras setelah menemukan fakta mengejutkan di balik produk beras fortifikasi yang beredar luas. Hasil investigasi mendalam terhadap 178 sampel di 11 provinsi mengungkap bahwa mayoritas atau 93 persen dari beras yang diklaim bervitamin tersebut tidak memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

Related Post
Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan temuan ini sebagai indikasi penipuan besar-besaran. Menurutnya hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sebagian besar produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi ternyata kosong dari kandungan gizi yang dijanjikan. "Bayangkan ini disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin ternyata tidak ada" tegas Amran dalam keterangan resminya.

Amran menyoroti seriusnya masalah ini mengingat beras fortifikasi kerap dipasarkan dengan harga jauh di atas beras biasa. Konsumen yang berharap mendapatkan nilai tambah berupa asupan vitamin dan mineral justru harus merogoh kocek lebih dalam tanpa mendapatkan manfaat yang sepadan. "Katakanlah harganya Rp 13.500 dijual dengan harga Rp 40.000 Kasihan ini konsumen" ujarnya prihatin.
Ia menambahkan jika produk dengan klaim fortifikasi dijual dengan harga melambung tinggi namun gagal memenuhi kandungan gizi yang dipersyaratkan kerugian ekonomi yang diderita konsumen sangat signifikan. "Bayangkan per kilo selisih Rp 22.000 atau Rp 20.000 ini bukan harga keuntungan tapi penipuan" pungkas Amran.










Tinggalkan komentar