55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan terkait kualitas beras yang beredar di pasaran. Sebanyak 212 merek beras, baik premium maupun medium, terindikasi tidak memenuhi standar mutu dan takaran yang ditetapkan. Hal ini disinyalir menjadi penyebab harga beras melambung tinggi, meskipun stok beras nasional saat ini melimpah.

Related Post
Mentan Amran menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi, produksi beras nasional mencapai 35,6 juta ton, jauh melebihi target 32 juta ton. Namun, anomali ditemukan saat pengecekan di pasar-pasar di 10 provinsi besar. Dari 268 sampel yang diuji dari 212 merek beras, ditemukan ketidaksesuaian mutu, kualitas, timbangan, hingga Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kami mencoba mengecek di pasar, di 10 provinsi, kota besar Indonesia. Kami cek mulai mutu, kualitas, timbangan, ternyata tidak pas, termasuk HET," ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (26/6/2026).
Hasil pengujian di 13 laboratorium menunjukkan bahwa 85,56% dari 136 merek beras premium tidak memenuhi standar mutu. Selain itu, 59,78% merek beras dijual di atas HET yang ditetapkan pemerintah, dan 21% merek beras memiliki berat yang tidak sesuai.
"Katakanlah beratnya 5 kilo harusnya. Tetapi 4 kilo. Kemudian HET di atas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kemudian ini yang serius, yakni mutu beras. Tidak sesuai dengan standar. Ini mengejutkan kami semua," jelasnya.
Temuan ini mengindikasikan adanya praktik curang yang merugikan konsumen dan negara. Kerugian akibat praktik ini diperkirakan mencapai Rp99 triliun. Pemerintah berjanji akan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam praktik kecurangan ini.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar