Skandal Whoosh Negara Ambil Alih Utang Rakyat Rugi Besar

Skandal Whoosh Negara Ambil Alih Utang Rakyat Rugi Besar

55tv.co.id – Kabar mengejutkan datang dari proyek Kereta Cepat Whoosh. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana mengambil alih mayoritas saham dan tumpukan utang PT Kereta Cepat Indonesia China KCIC dari konsorsium BUMN. Langkah ini sontak memicu kekhawatiran serius bahwa beban finansial raksasa ini hanya akan berpindah tangan dari perusahaan negara ke kas negara yang sejatinya adalah uang rakyat.

COLLABMEDIANET

Meskipun skema pengalihan disebut akan melalui Special Mission Vehicle SMV di bawah Kemenkeu para ahli menilai ini hanyalah ilusi. Beban pembiayaan fantastis proyek Whoosh diprediksi tetap akan menggerus anggaran negara dan pada akhirnya membebani masyarakat luas.

Skandal Whoosh Negara Ambil Alih Utang Rakyat Rugi Besar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Rencana pengambilalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia PSBI oleh Kemenkeu yang ditargetkan rampung September mendatang dinilai gagal menyentuh inti persoalan defisit proyek. Tanpa restrukturisasi pembiayaan yang mendasar kebijakan ini hanya akan memindahkan gunung utang dari pundak BUMN ke punggung keuangan negara.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat pada Rabu 19 Agustus 2026 dengan tegas memperingatkan bahwa langkah ini bukan solusi nyata. Menurutnya pengalihan kepemilikan dan kewajiban ke SMV tanpa restrukturisasi utang perbaikan arus kas dan pembagian risiko yang transparan hanya akan menjadi modus memindahkan beban dari satu saku BUMN ke saku negara.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat meyakinkan publik bahwa pengambilalihan saham mayoritas KCIC tidak akan langsung membebani APBN melainkan akan dikelola oleh dua SMV fiskal. Namun fakta berbicara lain proyek Whoosh sendiri telah menelan investasi fantastis sekitar 727 miliar dolar AS termasuk pembengkakan biaya cost overrun sebesar 12 miliar dolar AS yang sebagian besar didanai pinjaman China Development Bank CDB dan ekuitas pemegang saham.

Beban pembiayaan yang mencekik ini telah menggerus habis kinerja konsorsium BUMN. Laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia Persero KAI menunjukkan PSBI merugi hingga 498 triliun rupiah sepanjang 2025. Angka ini memangkas ekuitasnya secara drastis dari 1426 triliun rupiah pada 2023 menjadi hanya 51 triliun rupiah. Ironisnya piutang KAI kepada PSBI juga membengkak hingga 1041 triliun rupiah akibat suntikan likuiditas yang tak henti-hentinya dikucurkan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar