Solusi Amran Tekan Harga Pakan Ternak

Solusi Amran Tekan Harga Pakan Ternak

55tv.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tengah bergerak cepat menyusun strategi baru guna mengatasi lonjakan harga pakan ternak yang kian mencekik para peternak di tanah air. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas fenomena kenaikan biaya produksi yang kerap terjadi secara musiman, terutama pada periode kritis antara bulan September hingga Desember.

COLLABMEDIANET

Dalam upaya menjaga stabilitas sektor peternakan, pemerintah berencana melibatkan Perum Bulog secara intensif. Bulog akan berperan sebagai instrumen utama dalam menyerap hasil panen jagung dari petani sekaligus mendistribusikannya secara merata kepada para peternak. Skema ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan harga di pasar; di satu sisi melindungi pendapatan petani agar tidak anjlok, dan di sisi lain menekan beban biaya pakan bagi peternak.

Solusi Amran Tekan Harga Pakan Ternak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin sekadar memberikan solusi jangka pendek. Fokus utamanya adalah membenahi seluruh ekosistem peternakan, mulai dari sektor hulu hingga ke hilir. Dengan perbaikan sistemik ini, diharapkan pasokan bahan baku pakan dapat terjaga secara konsisten sehingga peternak mampu mempertahankan keberlangsungan usaha mereka tanpa dihantui ketidakpastian harga.

"Kami telah menyepakati bahwa masalah utama yang dihadapi adalah mahalnya harga pakan. Pola kenaikan ini biasanya terjadi secara berulang setiap tahun pada bulan September, Oktober, November, hingga Desember. Insyaallah, tahun ini kita benahi secara menyeluruh agar tahun depan masalah serupa tidak terulang kembali," ujar Amran dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (9/10/2026).

Salah satu mekanisme teknis yang akan dijalankan adalah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog akan mengoptimalkan penggunaan kuota SPHP yang masih tersedia, yakni sekitar 150.000 ton, untuk menyalurkan jagung dari gudang-gudang yang ada ke titik-titik kebutuhan peternak. Langkah ini diharapkan dapat menjadi bantalan harga saat pasokan di pasar mulai menipis.

Tak hanya soal distribusi, pemerintah juga memberikan stimulus langsung kepada sektor produksi melalui pemberian bantuan benih jagung gratis. Program ini menyasar lahan seluas 20.000 hektare yang dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Melalui bantuan ini, pemerintah ingin mendorong terciptanya kemitraan langsung antara petani jagung binaan dengan para peternak.

Amran menjelaskan bahwa skema kemitraan ini akan menciptakan rantai pasok yang lebih pendek dan efisien. Jika terjadi kelebihan pasokan (oversupply) dari hasil panen petani binaan tersebut, Bulog akan bertindak sebagai off-taker atau pembeli siaga yang menjamin penyerapan hasil panen. Dengan demikian, ketersediaan bahan baku pakan akan lebih terjamin dan harga di tingkat peternak tetap terkendali. Melalui integrasi antara bantuan benih, peran Bulog, dan sistem kemitraan, pemerintah optimis sektor peternakan nasional akan semakin tangguh menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar