55 NEWS – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta menjadi sorotan tajam. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang semakin meninggalkan BBM bersubsidi.

Related Post
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa masyarakat kini lebih memilih BBM dengan kualitas RON 90 ke atas. Fenomena ini, menurutnya, menjadi penyebab utama kelangkaan yang dialami SPBU swasta.

"Tadi kan sudah disampaikan pak Wakil Menteri (Wamen) ada shifting. Jadi masyarakat kita ternyata saat ini tidak menggantungkan diri pada BBM subsidi, mereka juga shifting jenis BBM yang di atas RON 90," ujar Laode di Kompleks DPR RI, Rabu (3/9/2025).
Menyikapi situasi ini, Laode mendorong SPBU swasta untuk menjalin kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan pasokan BBM. Ia memastikan bahwa standar kualitas BBM yang dipasok Pertamina telah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
"Spesifikasi kan sudah diatur Ditjen Migas, syaratnya harus sesuai dengan spek yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh Dirjen Migas. Teknisnya akan dibahas lebih lanjut," tambahnya. Dengan beralihnya preferensi konsumen ke BBM berkualitas tinggi, SPBU swasta diharapkan dapat beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar