Strategi Baru Kelola APBN Demi Ekonomi

Strategi Baru Kelola APBN Demi Ekonomi

55tv.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan penekanan khusus mengenai arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan. Menurutnya, APBN tidak boleh hanya dipandang sebagai instrumen administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi mesin penggerak utama roda perekonomian nasional. Dalam upaya mencapai hal tersebut, pemerintah didorong untuk tidak sekadar melakukan pemangkasan anggaran secara membabi buta, melainkan harus lebih fokus pada upaya mempertajam kualitas belanja negara.

COLLABMEDIANET

Dalam forum ekonomi bergengsi, Antara Business Forum 2026 yang digelar pada Rabu (23/9/2026), Suahasil menjelaskan bahwa tantangan besar pemerintah saat ini adalah bagaimana memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara memiliki dampak nyata. Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh disalahartikan sebagai tindakan memotong pengeluaran di berbagai lini tanpa perhitungan yang matang. Sebaliknya, efisiensi harus dimaknai sebagai upaya meningkatkan ketepatan sasaran agar anggaran benar-benar menyentuh sektor-sektor krusial.

Strategi Baru Kelola APBN Demi Ekonomi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Selain berupaya mengumpulkan penerimaan yang lebih besar, APBN juga harus terus mempertajam belanja. Fokus kita adalah meningkatkan efisiensi belanja dan ketepatan sasaran (targeting). Jadi, ini bukan sekadar soal memotong anggaran, melainkan bagaimana kita meningkatkan efisiensi agar hasil yang didapat lebih optimal," ujar Suahasil di hadapan para pelaku usaha dan pengamat ekonomi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa arah belanja negara harus dikunci pada program-program yang mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, anggaran negara tidak akan terbuang percuma pada sektor-sektor yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa.

Suahasil menekankan pentingnya memastikan aliran dana masuk ke titik-titik strategis yang mampu mendorong produktivitas. Jika belanja negara diarahkan dengan presisi, maka dampak positifnya akan terasa pada penguatan daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro.

Tidak hanya dari sisi pengeluaran, Suahasil juga menyoroti sisi penerimaan negara, khususnya mengenai peran sektor perpajakan. Ia menegaskan bahwa fungsi pajak di Indonesia kini tidak lagi hanya terbatas pada upaya mengejar target penerimaan semata. Pemerintah mulai menerapkan pendekatan yang lebih strategis, di mana kebijakan perpajakan juga digunakan sebagai instrumen kebijakan ekonomi.

Salah satu langkah nyata yang ditekankan adalah pemberian insentif pajak bagi sektor-sektor ekonomi yang dianggap vital dan memiliki potensi besar untuk tumbuh. Dengan memberikan kemudahan pajak pada industri strategis, pemerintah berharap dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi nasional dalam jangka panjang. Melalui kombinasi antara belanja yang tajam dan kebijakan pajak yang suportif, APBN diharapkan mampu menjadi benteng sekaligus motor penggerak ekonomi Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar