55tv.co.id – Sebuah gebrakan signifikan tengah dilancarkan dalam upaya penyehatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi. Danantara Indonesia bersama Badan Pengelola BUMN mengintensifkan program restrukturisasi, dengan fokus utama pada PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Langkah berani ini melibatkan perampingan drastis struktur perusahaan, dari semula 18 entitas anak usaha menjadi sebuah organisasi yang jauh lebih terintegrasi dan efisien.

Related Post
Transformasi fundamental ini dirancang untuk mengembalikan fokus utama perusahaan pada kompetensi inti di sektor konstruksi. Selain itu, inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi finansial ADHI yang telah lama menjadi sorotan. Penyederhanaan portofolio anak perusahaan ini dilakukan secara bertahap, bertujuan untuk menghilangkan pemborosan dan mempertajam arah operasional ADHI. Kebijakan ini merupakan bagian integral dari strategi Danantara untuk menciptakan klaster BUMN Karya yang lebih tangguh, gesit, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (4/9/2026), menegaskan pentingnya langkah ini. "Kami mendorong transformasi ADHI beserta anak usahanya melalui penyederhanaan struktur dari 18 entitas saat ini menuju struktur yang semakin terintegrasi. Ini krusial untuk memperkuat fokus bisnis dan mendukung penyehatan keuangan. Tujuannya jelas, memantapkan posisi ADHI sebagai kontraktor profesional terkemuka, dengan mutu pekerjaan sebagai prioritas utama," ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan jangka panjang, ADHI juga tengah gencar menggarap penyelesaian program restrukturisasi finansial. Program vital ini diharapkan tuntas pada bulan September 2026 mendatang, menandai babak baru bagi perusahaan konstruksi pelat merah tersebut.










Tinggalkan komentar