55tv.co.id – Dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu serta perubahan konstelasi ekonomi dunia memaksa setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasionalnya. Fenomena ini menjadi alarm bagi Indonesia untuk segera memperkokoh fondasi ekonomi melalui penguatan program hilirisasi industri dan percepatan transisi menuju energi bersih.

Related Post
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa kondisi dunia yang penuh ketidakpastian saat ini menuntut Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada fluktuasi pasar global. Dengan memperkuat sektor hilirisasi, Indonesia berupaya menciptakan kemandirian ekonomi agar tidak mudah goyah oleh tekanan politik maupun ekonomi dari negara-negara besar.

"Kita semua menyadari bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu serta dinamika ekonomi dunia yang terus berubah, ada tuntutan besar untuk beralih ke energi yang lebih bersih," ungkap Bahlil saat memberikan keterangan di lingkungan Kementerian ESDM pada Kamis (1/10/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa langkah strategis ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memandang bahwa hilirisasi dan transisi energi bukan sekadar program tambahan, melainkan agenda prioritas nasional yang harus dikawal dengan koordinasi yang sangat ketat. Kebijakan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam memenuhi kesepakatan global, termasuk dalam implementasi Paris Agreement terkait perubahan iklim.
Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa kedua agenda besar tersebut—hilirisasi dan transisi energi—adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Pemerintah tidak ingin menjalankan program ini secara setengah-setengah atau parsial. Menurutnya, diperlukan sebuah pendekatan yang menyeluruh, terukur, dan terintegrasi agar target-target besar yang telah dicanangkan oleh pemerintah dapat terealisasi dengan maksimal.
"Hal ini tidak bisa dikerjakan secara parsial. Kita butuh langkah yang komprehensif dan terukur agar target yang diperintahkan oleh Bapak Presiden benar-benar bisa kita wujudkan di lapangan," tegasnya.
Meski telah resmi mengemban amanah sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil masih menutup rapat mengenai daftar proyek prioritas yang akan segera digarap dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi intensif dan melaporkan rencana strategisnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Setelah mendapatkan arahan dan restu dari kepala negara, barulah pemerintah akan memaparkan peta jalan serta program kerja konkret kepada publik. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selaras dengan visi besar kepemimpinan nasional dalam menjaga kedaulatan energi dan memperkuat struktur ekonomi domestik di tengah badai ketidakpastian global.










Tinggalkan komentar