Terbongkar! Bukan Cuma Pertamina, Lembaga Ini Kini Punya Mandat Impor Minyak Mentah Global: Sinyal Perubahan Besar di Sektor Energi Nasional!

55 NEWS – JAKARTA – Sebuah kebijakan strategis baru saja digulirkan pemerintah, membuka keran impor minyak mentah tidak hanya untuk PT Pertamina (Persero), melainkan juga untuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan domestik dan memperkuat ketahanan energi nasional.

COLLABMEDIANET

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa payung hukum untuk kebijakan ini adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026. Perpres tersebut secara eksplisit mengatur tata niaga impor crude oil nasional, memecah dominasi pengadaan yang sebelumnya terpusat pada Pertamina. "Ini membuka ruang baru. Pengadaan kini bisa dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) di sektor energi, dan detailnya sudah diatur dalam Perpres 26," terang Yuliot saat ditemui 55tv.co.id di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat (29/5/2026).

Terbongkar! Bukan Cuma Pertamina, Lembaga Ini Kini Punya Mandat Impor Minyak Mentah Global: Sinyal Perubahan Besar di Sektor Energi Nasional!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Yuliot menambahkan, urgensi pelibatan Lemigas dalam skema impor ini tak lepas dari upaya pemerintah untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri. Ia menyoroti bahwa PT Pertamina (Persero) memiliki keterbatasan dalam mengamankan impor bahan bakar minyak (BBM) dari sejumlah negara. Keterbatasan ini, menurutnya, disebabkan oleh obligasi internasional yang melekat pada perseroan, yang mengharuskan Pertamina memastikan setiap aktivitas perdagangannya tidak melanggar klausul kontrak kepatuhan finansial global.

Lebih lanjut, Yuliot menggarisbawahi bahwa cakupan impor Lemigas tidak akan terbatas pada satu negara saja, meskipun diskusi antara Presiden Prabowo dan Presiden Vladimir Putin mengenai potensi impor dari Rusia sempat mencuat. "Pengadaan impor ini bersifat fleksibel. Selain potensi dari Rusia, Lemigas juga akan menjajaki sumber-sumber lain seperti Nigeria, Angola, dan berbagai negara produsen minyak lainnya. Tujuannya jelas, agar pergerakan pengamanan pasokan bisa lebih cepat dan responsif," pungkasnya.

Kebijakan ini, menurut pengamat ekonomi energi 55tv.co.id, merupakan langkah progresif pemerintah dalam mendiversifikasi risiko pasokan dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan adanya pemain baru dalam arena impor minyak mentah, diharapkan tercipta mekanisme pasar yang lebih kompetitif dan pasokan yang lebih stabil, yang pada akhirnya akan menguntungkan konsumen dan industri dalam negeri.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar