55 NEWS – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menepis spekulasi dan kekhawatiran publik mengenai ancaman krisis ekonomi yang mungkin melanda dalam waktu dekat. Menurutnya, data dan indikator makroekonomi terbaru justru menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia sedang berada dalam momentum akselerasi pertumbuhan yang sangat solid. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di kantornya pada Jumat (27/3/2026).

Related Post
Purbaya menyoroti vitalnya daya beli masyarakat yang tetap terjaga, tercermin dari aktivitas konsumsi pasca-Lebaran yang menggeliat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa gejolak harga minyak global yang seringkali menjadi momok, berhasil diantisipasi dan diredam dampaknya terhadap ekonomi domestik berkat kebijakan penyerapan beban melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ini memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen dan produsen.

"Kita jauh dari krisis, justru kita terus berekspansi," tegas Purbaya, seperti dikutip dari 55tv.co.id. Ia menambahkan, "Jika melihat ‘bola kristal’ yang saya maksud, yakni indeks ekonomi terkemuka (leading economic index) kita, prediksinya tidak meleset: kita akan terus berekspansi hingga tahun 2029-2030. Jadi, kita benar-benar jauh dari ancaman krisis."
Terkait target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, Bendahara Negara ini menguraikan bahwa proyeksi tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Melainkan, didasarkan pada serangkaian data riil dan fundamental di lapangan. Indikator-indikator seperti survei konsumen, Purchasing Managers’ Index (PMI) yang menunjukkan aktivitas manufaktur, hingga lonjakan penjualan otomotif, semuanya memberikan sinyal positif yang konsisten.
Purbaya bahkan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh angka 6 persen. Syaratnya, jika terjadi sinkronisasi yang optimal antara kebijakan fiskal dan moneter, yang secara efektif mampu menjadi motor penggerak bagi sektor swasta. "Pada dasarnya, jika kita mampu mengoperasikan mesin fiskal dan moneter untuk memacu sektor swasta, mencapai pertumbuhan 6 persen seharusnya tidak terlalu sulit. Ini di atas kertas, tentu saja. Di lapangan, kita membutuhkan dorongan-dorongan tambahan agar akselerasi lebih cepat. Namun yang pasti, mesin-mesin pendorong itu sudah kami nyalakan," paparnya.
Untuk menjaga momentum ini, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi "di balik layar". Ini termasuk menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan nasional, serta memastikan bahwa belanja negara dapat terserap secara efisien dan tepat waktu, guna memberikan stimulus yang berkelanjutan bagi perekonomian.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar