55 NEWS – JAKARTA – Langkah progresif diambil oleh entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam memperkuat fondasi integritas dan kualitas tata kelola perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian audit ketat, salah satunya yang kini tengah dijalani oleh PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), demi menjamin sistem manajemen yang terintegrasi dan operasional bisnis yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Related Post
Sebagai bagian integral dari inisiatif tersebut, PT Askrindo saat ini tengah menjalani Audit Pengawasan (Surveillance) Tahun II. Fokus utama audit ini adalah evaluasi mendalam terhadap implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), sebuah kerangka kerja krusial untuk mengukur efektivitas mekanisme pengendalian anti-penyuapan di seluruh lini perusahaan. Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, menegaskan bahwa proses audit ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah instrumen vital. "Ini adalah evaluasi komprehensif terhadap praktik Good Corporate Governance (GCG) kami, memastikan setiap aspek sistem manajemen berjalan konsisten dan sesuai standar tertinggi," ujar Fankar, pada Rabu (28/1/2026), menekankan urgensi dari transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas bisnis.

Cakupan audit ini sangat luas, menyentuh berbagai pilar strategis operasional perusahaan. Ini meliputi proses pengadaan barang dan jasa yang transparan, pengelolaan keuangan dan investasi yang prudent, sistem akuntansi yang akuntabel, strategi pemasaran yang etis, hingga pengembangan pengelolaan jaringan dan infrastruktur digital, serta proses underwriting yang cermat. Penilaian menyeluruh ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memastikan kepatuhan di setiap segmen bisnis, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.
Langkah proaktif BUMN seperti yang ditunjukkan Askrindo ini mengirimkan sinyal kuat kepada pasar dan para pemangku kepentingan mengenai komitmen tak tergoyahkan terhadap praktik bisnis yang bersih dan berkelanjutan. Di era di mana integritas korporasi menjadi tolok ukur utama kepercayaan investor, upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi BUMN di kancah domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing dan daya tarik investasi di mata global. Ini adalah investasi jangka panjang dalam reputasi dan stabilitas ekonomi nasional, sebagaimana diyakini oleh para analis di 55tv.co.id. Dengan demikian, audit pengawasan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari visi BUMN untuk menjadi entitas bisnis yang tidak hanya profitabel, tetapi juga beretika tinggi dan bertanggung jawab, siap menghadapi tantangan masa depan dengan fondasi yang kokoh.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar