Terkuak! BNI Bongkar Taktik Licik Penipu Digital yang Mengintai Saldo Rekening Anda, Waspada ‘Vishing’ dan ‘Phishing’ Sebelum Terlambat!

55 NEWS – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau yang akrab disapa BNI, secara agresif meningkatkan kampanye edukasi kepada para nasabahnya. Langkah ini diambil menyusul lonjakan modus kejahatan siber yang semakin canggih, terutama ‘vishing’, ‘phishing’, dan rekayasa sosial (social engineering), yang secara spesifik menargetkan pengguna layanan digital perbankan seperti BNIdirect. Bank pelat merah ini mendesak seluruh nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan dan menahan diri dari godaan untuk membagikan informasi pribadi yang sensitif kepada pihak-pihak yang identitasnya tidak dapat diverifikasi secara sahih.

COLLABMEDIANET

Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, dalam keterangan resminya kepada 55tv.co.id, menegaskan bahwa akselerasi teknologi digital, di satu sisi membawa kemudahan, namun di sisi lain juga membuka celah bagi para pelaku kejahatan untuk mengembangkan modus penipuan yang kian beragam dan kompleks. "Penting bagi masyarakat, khususnya nasabah kami, untuk tidak hanya menjadi pengguna aktif layanan digital, tetapi juga menjadi konsumen yang cerdas dan memahami seluk-beluk berbagai taktik penipuan ini. Dengan demikian, mereka dapat membentengi diri dan tidak mudah terperdaya untuk menyerahkan data pribadi kepada oknum yang tidak bertanggung jawab," jelas Okki.

Terkuak! BNI Bongkar Taktik Licik Penipu Digital yang Mengintai Saldo Rekening Anda, Waspada 'Vishing' dan 'Phishing' Sebelum Terlambat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia menjelaskan, salah satu modus yang paling sering terdeteksi adalah ‘vishing’ atau ‘voice phishing’, sebuah skema penipuan yang memanfaatkan panggilan telepon. Pelaku, dengan lihai, menyamar sebagai representatif bank atau petugas resmi BNI. Mereka seringkali telah mengantongi sebagian data identitas korban, lalu menciptakan narasi yang mendesak dan penuh tekanan, misalnya dengan mengklaim adanya transaksi mencurigakan atau masalah pada rekening. Dalam situasi panik tersebut, korban dipancing untuk mengungkapkan informasi krusial seperti ID perusahaan, ID pengguna, kata sandi (password), hingga kode token (OTP). Data-data sensitif inilah yang kemudian disalahgunakan untuk membobol akun dan melancarkan transaksi ilegal tanpa sepengetahuan atau izin nasabah.

Tak kalah berbahaya adalah modus ‘phishing’, di mana penipu mendesain situs web palsu yang secara visual sangat mirip dengan portal resmi perbankan BNI. Melalui berbagai cara, korban diarahkan untuk mengakses situs abal-abal tersebut dan tanpa sadar diminta untuk memasukkan kredensial login serta data pribadi lainnya. Setelah data sensitif ini terekam, pelaku dengan mudah menyalahgunakannya untuk kepentingan finansial mereka.

Edukasi berkelanjutan ini menjadi komitmen BNI untuk melindungi aset digital nasabahnya di tengah lanskap ancaman siber yang terus berevolusi. Nasabah diharapkan selalu memverifikasi setiap permintaan data dan informasi melalui kanal resmi BNI.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar