55 NEWS – Perjalanan Arief Muhammad, seorang influencer kenamaan yang kini menjelma menjadi konglomerat di sektor kuliner, menarik perhatian banyak pihak. Kekayaan yang ia kumpulkan tak hanya berasal dari dunia digital, melainkan juga dari ekspansi bisnisnya yang agresif, salah satunya melalui Rumah Makan Padang Payakumbuah. Entitas bisnis kuliner ini resmi diluncurkan pada Juni 2022, menandai langkah strategis Arief dalam mendiversifikasi portofolio usahanya.

Related Post
Inisiatif mendirikan Rumah Makan Payakumbuah berawal dari pengakuan Arief Muhammad sebagai Duta Nasi Padang. Penobatan ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, untuk periode 2021-2025, dengan misi mulia memperkenalkan keaslian masakan Minang ke seluruh penjuru negeri. Terinspirasi dari peran tersebut, Arief bersama rekan-rekannya bertekad menghadirkan pengalaman kuliner Minang yang otentik melalui Payakumbuah. Secara korporasi, bisnis ini bernaung di bawah PT Rasa Muda Makmur (Akang Group), dengan PT Makan Padang Pakai Tangan sebagai badan hukum yang menaungi operasional Rumah Makan Padang Payakumbuah.

Model bisnis Payakumbuah yang menjanjikan tak hanya berfokus pada pengembangan gerai mandiri, melainkan juga membuka peluang kemitraan melalui sistem waralaba. Bagi investor yang tertarik untuk bergabung dalam jaringan Payakumbuah, estimasi biaya investasi awal yang diperlukan adalah sekitar Rp1,45 miliar. Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut belum mencakup sejumlah komponen penting seperti renovasi gerai, pengadaan furniture, peralatan dapur dan makan, biaya operasional awal, sewa lokasi, serta perizinan reklame. Apabila seluruh komponen tersebut diakumulasikan, total proyeksi investasi untuk satu gerai Payakumbuah dapat mencapai kisaran Rp4 miliar. Fleksibilitas biaya investasi di luar paket dasar Rp1,45 miliar ini akan disesuaikan kembali berdasarkan karakteristik dan lokasi spesifik dari calon gerai.
Hingga akhir tahun 2024, jejak ekspansi Rumah Makan Padang Payakumbuah telah tersebar luas, dengan lebih dari 17 gerai yang beroperasi di berbagai kota besar. Jaringan ini mencakup lokasi-lokasi strategis di Jakarta (seperti SCBD, Benhil, dan Menteng), serta kota-kota lain seperti Semarang, Malang, dan Yogyakarta. Target ambisius untuk terus memperluas jangkauan ini akan direalisasikan melalui penguatan sistem kemitraan, menunjukkan visi jangka panjang Arief Muhammad dalam menguasai pasar kuliner Padang otentik.
Selain kesuksesan yang diraih melalui Rumah Makan Padang Payakumbuah, Arief Muhammad diketahui memiliki beragam sumber pendapatan lain yang turut menyumbang pada akumulasi kekayaannya. Diversifikasi bisnis ini menjadi kunci keberhasilan Arief dalam membangun gurita usaha yang kokoh, melampaui citranya sebagai seorang influencer semata.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar