55 NEWS – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, memandang gejolak krisis global yang kini merambati berbagai belahan dunia bukan sekadar ancaman, melainkan sebuah momentum strategis bagi Indonesia untuk menapaki jalur kebangkitan yang lebih kokoh. Dalam pandangannya, situasi pelik ini merupakan blessing in disguise, sebuah anugerah terselubung yang berpotensi memicu lompatan kemajuan ekonomi nasional.

Related Post
Pernyataan visioner tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Tasyakuran ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026). Di hadapan audiens, ia menggarisbawahi bahwa lanskap global yang sarat ketidakpastian ini sejatinya adalah sebuah ujian krusial, sekaligus peluang emas bagi setiap negara untuk memperkuat fondasi dan kapasitas ekonominya. Sejarah, menurutnya, telah berulang kali membuktikan bahwa dari rahim krisis, seringkali lahir inovasi dan kesempatan baru bagi entitas yang adaptif dan memiliki daya tahan.

"Saudara-saudara sekalian, urgensi ini kian terasa mengingat dinamika global yang penuh ketidakpastian. Krisis memang terjadi di mana-mana, namun perlu diingat, krisis selalu melahirkan peluang. Ia adalah ujian, sekaligus batu loncatan yang esensial," tegas Prabowo, memberikan penekanan pada potensi transformatif dari setiap tantangan ekonomi yang dihadapi.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa hanya negara-negara dengan kekuatan fundamental yang solid yang akan mampu melewati badai ekonomi, sementara yang tidak siap akan terus terjerembap dalam kesulitan. Ia menyuarakan keyakinannya yang mendalam terhadap kapabilitas Indonesia. Dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dan potensi sumber daya manusia yang besar, Indonesia diyakini memiliki modal kuat untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga keluar dari pusaran krisis dengan posisi yang jauh lebih perkasa di kancah global.
"Yang kuat akan selamat, yang tidak kuat akan terus menderita. Ini adalah pelajaran berharga dari sejarah. Saya sangat yakin dan percaya, bangsa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita pasti mampu keluar dari krisis ini," ujarnya optimistis. "Kita akan keluar dari krisis ini dengan kondisi yang semakin kuat. Krisis ini, bagi saya, adalah blessing in disguise," imbuhnya, mengulang kembali frasa kunci yang menggambarkan optimismenya terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Meskipun demikian, Prabowo tidak menampik bahwa periode krisis selalu diwarnai oleh beragam kesulitan dan rintangan. Namun, ia justru melihat kondisi ini sebagai pendorong vital bagi pemerintah untuk mengakselerasi implementasi berbagai agenda strategis nasional. Ini termasuk upaya peningkatan resiliensi ekonomi, penguatan sektor-sektor kunci, serta optimalisasi investasi demi pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan demikian, krisis bukan hanya menjadi katalisator adaptasi, melainkan juga akselerator pembangunan yang terencana dan terarah.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar