Terkuak! Di Balik Senyum Prabowo & Trump: Perjanjian Dagang Spektakuler Buka Pintu AS untuk 1.819 Produk RI Bebas Tarif, Tapi Ada ‘Harga’ 19% yang Harus Dibayar?

Terkuak! Di Balik Senyum Prabowo & Trump: Perjanjian Dagang Spektakuler Buka Pintu AS untuk 1.819 Produk RI Bebas Tarif, Tapi Ada 'Harga' 19% yang Harus Dibayar?

55 NEWS – Jakarta – Panggung ekonomi global baru saja menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersejarah antara Indonesia dan Amerika Serikat. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump secara resmi mengesahkan Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat, sebuah langkah strategis yang diprediksi akan mengubah lanskap perdagangan bilateral kedua negara secara signifikan.

COLLABMEDIANET

Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan tonggak penting yang menandai penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan strategis antara dua kekuatan besar. Perjanjian ini, yang dikenal sebagai Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, dirancang khusus untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Terkuak! Di Balik Senyum Prabowo & Trump: Perjanjian Dagang Spektakuler Buka Pintu AS untuk 1.819 Produk RI Bebas Tarif, Tapi Ada 'Harga' 19% yang Harus Dibayar?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya yang diterima 55tv.co.id pada Jumat (20/2/2026), mengungkapkan kepuasan mendalam dari kedua pemimpin atas progres cepat dan berkelanjutan yang telah dicapai. "Perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik. Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut," jelas Teddy.

Salah satu poin krusial dalam ART adalah penetapan tarif resiprokal sebesar 19 persen. Namun, kabar baiknya, kesepakatan ini juga membuka jalan bagi 1.819 produk unggulan Indonesia untuk menikmati tarif impor 0 persen di pasar Amerika Serikat. Efektivitas perjanjian bersejarah ini dijadwalkan akan dimulai dalam waktu 90 hari, terhitung setelah seluruh proses hukum dan konsultasi internal di masing-masing negara rampung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa penandatanganan ART ini terjadi setelah pertemuan bilateral yang cukup intens antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump, yang berlangsung sekitar 30 menit pasca-kegiatan Board of Peace. "Hari ini Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani ART dengan Pak Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dalam pertemuan bilateral itu berjalan cukup lama," ungkap Airlangga dalam konferensi pers virtual.

Keberhasilan diplomasi ini bukanlah instan. Tercatat, delegasi Indonesia telah melakukan tujuh putaran perundingan dan lebih dari 19 kali pertemuan teknis dengan pihak United States Trade Representative (USTR) sejak April 2025. Airlangga juga menyoroti keunikan ART Indonesia dibandingkan perjanjian serupa dengan negara lain.

"Perjanjian ini dilakukan dengan USTR bersama Duta Besar Jameson-Greer. Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat setuju untuk menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia, sesuai dengan yang tercantum dalam Joint Statement sebelumnya. Hal ini juga membedakan perjanjian ART ini dengan negara lain, karena Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang tidak berkaitan dengan kerja sama ekonomi," tegas Airlangga.

Kesepakatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan AS, membuka peluang investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua belah pihak, sekaligus menjadi preseden positif bagi model kerja sama ekonomi global yang lebih adil dan saling menguntungkan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar