55 NEWS – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus didorong untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saingnya melalui pendekatan ekonomi hijau berbasis komunitas. Salah satu inisiatif strategis yang kini menjadi sorotan adalah pengembangan dan pendampingan budidaya madu kelulut (stingless bee), yang diharapkan mampu mengangkat taraf ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu, tetapi juga pada diversifikasi produk bernilai tambah dan penguatan kapasitas kelompok usaha lokal.

Related Post
Mamit Setiawan, Sekretaris Perusahaan PLN EPI, dalam keterangannya yang diterima 55tv.co.id pada Rabu (17/6/2026), menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ramah lingkungan. "Kami tidak hanya menargetkan peningkatan volume madu kelulut, tetapi juga mendorong inovasi produk turunan seperti propolis, memperkuat kemampuan kelompok usaha, serta membuka peluang baru dalam pengembangan ekowisata edukasi berbasis alam," ujarnya. Menurut Mamit, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis ganda, yakni memberikan keuntungan ekonomi substansial sekaligus berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui proses penyerbukan tanaman dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Implementasi program ini dipusatkan di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Melalui sinergi antara PLN EPI dan anak usahanya, PT Energi Gas, pelatihan intensif mengenai teknik budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis telah diberikan kepada 10 peserta dari komunitas setempat. Dukungan konkret juga disalurkan berupa 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya modern, 100 bibit tanaman pakan lebah yang esensial, serta peralatan lengkap untuk panen madu dan propolis.
Dengan dukungan komprehensif ini, PLN EPI menargetkan capaian ambisius. Dalam kurun waktu satu tahun, diharapkan terjadi peningkatan produksi madu minimal 30 persen. Selain itu, pertumbuhan jumlah koloni lebah diproyeksikan mencapai 20 persen. Lebih jauh, melalui pengembangan produk madu dan propolis, peningkatan pendapatan kelompok usaha ditargetkan mencapai 30 persen dalam dua tahun ke depan, menandai lompatan signifikan bagi kesejahteraan UMKM di wilayah tersebut.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar