Terkuak! Pesan Ekonomi Krusial Wapres Ma’ruf Amin di Idul Fitri 2026: Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Pilar Kekuatan Umat!

Terkuak! Pesan Ekonomi Krusial Wapres Ma'ruf Amin di Idul Fitri 2026: Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Pilar Kekuatan Umat!

55 NEWS – Jakarta – Wakil Presiden ke-13, Ma’ruf Amin, menyoroti peran krusial zakat dan solidaritas umat dalam khutbah Idulfitri 1447 H/2026 di Balai Kota Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf menegaskan bahwa ajaran Islam, melalui instrumen zakat, tidak hanya berorientasi pada kesalehan ritual semata, melainkan juga secara fundamental membangun kesalehan sosial yang kuat.

COLLABMEDIANET

"Bulan suci Ramadan, menurut Ma’ruf, bukan sekadar momentum peningkatan spiritualitas individu, namun juga menjadi katalisator bagi penguatan solidaritas ekonomi umat," ungkapnya saat menyampaikan khutbah di Lapangan Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan, "Fenomena penunaian zakat, penggalangan infak, dan distribusi sedekah yang masif sepanjang bulan ini adalah bukti nyata bahwa Islam secara holistik mengintegrasikan dimensi spiritual dengan dimensi sosial-ekonomi, mendorong pemerataan dan pemberdayaan."

Terkuak! Pesan Ekonomi Krusial Wapres Ma'ruf Amin di Idul Fitri 2026: Zakat Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Pilar Kekuatan Umat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lebih lanjut dalam tausiyahnya, Ma’ruf Amin menjelaskan esensi puasa yang melampaui sekadar menahan lapar dan dahaga. Puasa, imbuhnya, adalah latihan pengendalian diri dari amarah dan hawa nafsu, sebuah disiplin spiritual yang membentuk karakter dan integritas. Ia juga mengutip pandangan bahwa makna puasa jauh lebih dalam dari sekadar aspek fisik.

Mengutip pemikiran Imam Al-Ghazali, Ma’ruf menggarisbawahi, "Puasa bukan hanya tentang menahan diri dari konsumsi makanan dan minuman, melainkan juga menahan segala tindakan dan pikiran yang berpotensi menjauhkan kita dari hadirat Allah SWT." Oleh karena itu, kemenangan Idulfitri dimaknai sebagai puncak pencapaian moral dan spiritual bagi setiap individu, yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas interaksi sosial dan ekonomi.

Ma’ruf Amin turut menguraikan bahwa Idulfitri merepresentasikan momen kembali kepada fitrah, yaitu kondisi suci dan murni saat manusia dilahirkan. Fitrah ini, menurutnya, termanifestasi dalam hati yang bersih, integritas jiwa yang jujur, serta kemampuan untuk membangun hubungan yang harmonis dan damai antar sesama manusia, sebuah fondasi penting bagi stabilitas sosial dan kemajuan ekonomi kolektif.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar