55 NEWS – Jaringan transmisi gas bumi Cirebon-Semarang II (Cisem II) sepanjang 242 kilometer kini resmi beroperasi secara penuh, menandai sebuah tonggak penting dalam penguatan infrastruktur energi nasional. Keberhasilan penyelesaian commissioning sistem metering pipa ini menjadi sinyal kesiapan penuh proyek strategis tersebut untuk mengalirkan energi vital dari Jawa Timur hingga ke Barat, membuka babak baru bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi regional.

Related Post
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bukan sekadar penambahan infrastruktur biasa. Pipa Cisem II, dengan bentangan 242 kilometer, berperan krusial dalam menyatukan konektivitas jaringan gas bumi di Pulau Jawa. Ia menjadi jembatan vital yang melengkapi Pipa Cisem I, yang sebelumnya telah beroperasi menghubungkan Semarang hingga Batang, kini memperluas jangkauan hingga ke Cirebon. Integrasi kedua pipa ini menciptakan koridor energi yang lebih kokoh dan efisien di sepanjang jalur ekonomi utama Jawa.

Proses commissioning utama di Kandang Haur, yang sukses dilaksanakan pada Jumat (5/6), melibatkan serangkaian pengujian fasilitas dan uji aliran (flow test) yang ketat. Langkah-langkah ini esensial untuk memverifikasi kinerja optimal sistem dan memastikan integrasi yang mulus dengan fasilitas operasi Pertagas yang sudah ada, menjamin keandalan penyaluran gas bagi berbagai sektor industri dan rumah tangga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menegaskan bahwa operasional penuh Cisem II merupakan sebuah "capaian monumental" bagi pembangunan infrastruktur energi Indonesia. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/6/2026), Laode menyatakan, "Setelah suksesnya Cisem I, kini kita saksikan Cisem II yang secara sempurna melengkapi konektivitas jaringan pipa gas bumi di seluruh Pulau Jawa."
Ia menambahkan, kehadiran infrastruktur ini secara signifikan akan memperkokoh ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas sistem dalam mendistribusikan gas ke beragam wilayah dan sektor industri pengguna. "Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi, sehingga proyek strategis ini dapat rampung dan beroperasi dengan optimal," pungkas Laode, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan visi energi yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar