55 NEWS – Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menjelma menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di jantung kawasan Tengah dan Timur Indonesia. Berkat magnet Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang mendunia sebagai tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi MotoGP, serta keindahan Gunung Rinjani yang memukau wisatawan global, geliat berbagai sektor usaha mulai dari pariwisata, transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga ekonomi kreatif, kian tak terbendung.

Related Post
Seluruh spektrum aktivitas ekonomi yang dinamis ini, bersama dengan sektor-sektor penopang lainnya, akan dipetakan secara menyeluruh melalui gelaran Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kegiatan akbar ini dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. SE2026 tidak hanya akan merekam denyut perekonomian NTB secara holistik, namun juga menyoroti sektor pertanian yang tetap menjadi tulang punggung daerah. Sebagai bukti vitalitasnya, produksi padi NTB pada tahun 2025 menempati posisi kedua tertinggi di wilayah Indonesia Tengah dan Timur, dengan pertumbuhan impresif mencapai 14,51 persen.

Komitmen kuat untuk menyukseskan perhelatan sensus yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini secara resmi ditandai dengan Pencanangan SE2026. Acara tersebut berlangsung meriah di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Centre Mataram, dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, didampingi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.
Turut memeriahkan acara tersebut adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, jajaran bupati dan wali kota se-Pulau Lombok, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, Kepala BPS Provinsi NTB beserta seluruh kepala BPS kabupaten/kota se-NTB, pimpinan instansi vertikal, para pelaku usaha, serta tokoh dan kelompok masyarakat. Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi, menunjukkan dukungan penuh dan semangat kolaborasi terhadap pelaksanaan SE2026 di Bumi Gora.
Dalam pidato sambutannya, Sonny Harry Budiutomo Harmadi menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan instrumen strategis yang krusial untuk memotret secara lengkap kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di suatu daerah, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Data BPS menunjukkan, pada tahun 2026, diperkirakan terdapat 658 ribu unit usaha di NTB, sebuah peningkatan signifikan hampir 60 ribu unit usaha dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Angka ini merefleksikan pertumbuhan ekonomi yang pesat dan diversifikasi sektor usaha di provinsi tersebut.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar