Terkuak! Strategi Revolusioner ESDM Selamatkan Devisa Triliunan Rupiah, Subsidi Rp80 T Terancam Lenyap? Pelanggan 900 VA Siap-siap Dapat Kejutan!

Terkuak! Strategi Revolusioner ESDM Selamatkan Devisa Triliunan Rupiah, Subsidi Rp80 T Terancam Lenyap? Pelanggan 900 VA Siap-siap Dapat Kejutan!

55 NEWS – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengalokasikan anggaran signifikan untuk program pengadaan kompor listrik. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam upaya diversifikasi energi nasional, khususnya untuk transisi dari ketergantungan pada gas LPG, sekaligus menekan defisit neraca perdagangan.

COLLABMEDIANET

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa inovasi pada kompor listrik generasi terbaru dirancang khusus agar kompatibel dengan infrastruktur listrik rumah tangga berdaya terbatas, mencakup segmen pelanggan 900 VA ke bawah. Langkah ini memastikan bahwa akses terhadap teknologi memasak modern dan efisien dapat menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan sekalipun, yang seringkali memiliki keterbatasan daya listrik.

Terkuak! Strategi Revolusioner ESDM Selamatkan Devisa Triliunan Rupiah, Subsidi Rp80 T Terancam Lenyap? Pelanggan 900 VA Siap-siap Dapat Kejutan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Sebagai fase implementasi awal, fokus utama kami adalah pada model kompor listrik yang sesuai untuk pelanggan di bawah 900 VA. Tujuannya jelas, agar masyarakat di pelosok dan pedesaan dapat merasakan manfaat langsung dari program ini tanpa terkendala kapasitas daya listrik," terang Bahlil, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Bahlil menekankan bahwa urgensi program ini didasari oleh realitas pahit ketergantungan Indonesia yang masif terhadap impor LPG, mencapai sekitar 80 persen dari total konsumsi nasional. Situasi ini secara signifikan menguras cadangan devisa negara setiap tahunnya, membebani neraca pembayaran hanya untuk memenuhi kebutuhan energi dasar rumah tangga.

Selain dampak pada devisa, beban fiskal negara juga teramat besar akibat alokasi subsidi LPG. Bahlil merinci, nilai subsidi yang harus digelontorkan pemerintah saat ini menembus angka lebih dari Rp80 triliun per tahun, sebuah angka yang fantastis dan berpotensi dialihkan untuk sektor produktif lainnya demi pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Program konversi kompor listrik ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban ganda tersebut.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar