55 NEWS – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), sebuah entitas strategis di bawah payung Telkom Indonesia, baru-baru ini mengumumkan langkah kolaboratif monumental yang bertujuan untuk memperkuat infrastruktur dan layanan komunikasi satelit di Tanah Air. Dalam sebuah kemitraan yang menandai keselarasan visi lintas benua, Telkomsat resmi menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan telekomunikasi terkemuka dari China. Inisiatif ini digadang-gadang sebagai jawaban krusial terhadap tantangan konektivitas di negara kepulauan seperti Indonesia, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pengumuman kerja sama vital ini disampaikan pada Sabtu (17/1/2026).

Related Post
Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini mencerminkan lebih dari sekadar kesepakatan bisnis. Ini adalah manifestasi keselarasan strategis lintas negara dan ekosistem dalam upaya bersama mengatasi disparitas akses digital. "Sebagai operator satelit yang melayani negara kepulauan dengan tantangan geografis yang unik, kami sangat selaras dengan misi China Telecom Satellite untuk memastikan konektivitas yang inklusif dan andal," ujar Lukman dalam keterangannya kepada 55tv.co.id, menekankan komitmen untuk menghadirkan layanan komunikasi yang merata.

Saat ini, Telkomsat telah membuktikan kapabilitasnya yang impresif dengan mengoperasikan lima satelit aktif yang secara kolektif menyediakan kapasitas lebih dari 70 Gbps. Jaringan ini diperkuat dengan pengelolaan lebih dari 30.000 node aktif, berhasil menghubungkan lebih dari 3,5 juta pengguna, termasuk sekitar 10.000 pengguna yang berada di luar wilayah Indonesia. Kapabilitas teknis yang kokoh ini mempertegas peran sentral Telkomsat dalam mendukung pemerataan konektivitas nasional melalui layanan berbasis satelit, khususnya di area-area yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur terestrial.
Lebih lanjut, Lukman menegaskan bahwa pengembangan layanan komunikasi satelit ini tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, melainkan juga pada penciptaan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Menurutnya, menjembatani kesenjangan digital bukan hanya sebuah tantangan teknologi, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif kepada rakyat dan negara. "Kami sangat terinspirasi oleh pencapaian China Telecom Satellite, khususnya dalam pengembangan layanan komunikasi satelit, dukungan komunikasi darurat, serta upaya menghadirkan konektivitas yang inklusif," tambahnya. Inovasi-inovasi ini, lanjut Lukman, secara gamblang menunjukkan bagaimana teknologi satelit dapat memberikan kontribusi yang bermakna, terutama dalam situasi kritis dan di daerah terpencil atau yang kurang terlayani, membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.
Kemitraan strategis antara Telkomsat dan raksasa telekomunikasi China ini diharapkan menjadi katalisator penting dalam mewujudkan visi Indonesia yang terhubung secara digital sepenuhnya. Dengan penguatan infrastruktur satelit, akses informasi dan peluang ekonomi diyakini akan semakin terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat, dari perkotaan hingga pelosok negeri, mempercepat inklusi digital dan pertumbuhan ekonomi yang merata.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar