55tv.co.id – Harga daging ayam dan telur mendadak melonjak tajam dalam sepekan terakhir memicu keresahan publik. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya angkat bicara, mengungkap dua faktor utama di balik fenomena ini. Peningkatan permintaan setelah anak-anak kembali bersekolah pasca liburan panjang, serta kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut-sebut menjadi pemicu utamanya.

Related Post
Amran menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis berperan vital sebagai penyerap hasil produksi pertanian. "MBG ini adalah off taker bagi produk-produk dari 160 juta petani, peternak, dan pekebun kita. Ini adalah penjamin pasar bagi komoditas pertanian," tegas Amran di kantornya di Jakarta, Senin (27/7/2026). Kehadiran program ini secara signifikan mendorong permintaan, yang pada gilirannya menaikkan harga di pasaran.

Kenaikan harga ini juga telah dikonfirmasi oleh Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar). Mereka melaporkan bahwa harga ayam dan telur memang telah mengalami peningkatan yang cukup berarti. "Alhamdulillah, Pinsar tadi pagi melaporkan bahwa harga ayam dan telur sudah naik," ujar Amran dengan nada syukur.
Guna memastikan stabilitas harga yang menguntungkan bagi para peternak, Kementerian Pertanian tidak tinggal diam. Amran menyatakan pihaknya bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencapai kesepakatan penting. Mereka akan bekerja sama untuk mengawasi pergerakan harga komoditas ini, memastikan agar tidak anjlok di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan. "Kami sepakat menjaga harga komoditas pertanian, khususnya ayam dan telur, agar tidak jatuh di bawah HPP," pungkasnya.










Tinggalkan komentar