55tv.co.id – Hampir setahun berlalu sejak banjir bandang menerjang Aceh pada November 2025, namun duka infrastruktur di Bumi Serambi Mekkah rupanya belum sepenuhnya terobati. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, kini tengah berjibaku memulihkan jaringan jalan dan jembatan vital yang porak-poranda.

Related Post
Upaya rekonstruksi dan rehabilitasi permanen difokuskan pada puluhan titik krusial. Di koridor Lintas Barat dan Lintas Timur Aceh saja, tercatat ada 20 lokasi yang sedang ditangani, meliputi 15 ruas jalan dan lima jembatan. Tak hanya itu, kerusakan di beberapa ruas jalan bahkan memerlukan penanganan di lebih dari satu titik, menunjukkan skala bencana yang cukup parah.

Sementara itu, di wilayah Lintas Tengah Aceh, sebanyak 16 lokasi menjadi prioritas pengerjaan permanen. Proyek ini mencakup spektrum luas, mulai dari perbaikan dan pembangunan ulang jalan serta jembatan, penanganan lereng rawan longsor, penguatan tebing sungai, hingga pekerjaan struktur pendukung lainnya demi memastikan ketahanan infrastruktur di masa depan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan. "Progresnya positif, kami terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait agar rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terpadu," ungkap Menteri Dody dalam keterangan resminya pada Jumat (3/7/2026).
Salah satu bukti nyata kemajuan terlihat pada Jembatan Lawe Mengkudu I di Lintas Tengah Aceh. Hingga akhir Juni 2026, pengerjaan jembatan ini telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan rampung pada 31 Juli 2026. Jembatan lama yang hancur akibat terjangan banjir dibongkar total, digantikan dengan struktur baru yang lebih kokoh dan dirancang untuk menjamin kelancaran mobilitas warga.
Di koridor Lintas Timur, penanganan juga gencar dilakukan di 17 lokasi, mencakup 13 ruas jalan nasional dan empat jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian dan konektivitas daerah.










Tinggalkan komentar