55tv.co.id – Sebuah babak baru dalam hubungan diplomatik Indonesia terukir. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko baru-baru ini mengukuhkan komitmen untuk mempererat kemitraan strategis yang berpotensi mengubah lanskap kerja sama global. Pertemuan bersejarah ini menghasilkan sebuah peta jalan ambisius yang siap memandu hubungan kedua negara hingga tahun 2030.

Related Post
Momen penting ini terjadi dalam kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko di Istana Merdeka Jakarta. Prabowo menyoroti bahwa kehadiran Lukashenko di Indonesia, yang merupakan kunjungan keduanya setelah lebih dari satu dekade, adalah bukti nyata semakin eratnya persahabatan di tengah tantangan global yang tak menentu. Ia menegaskan Belarus sebagai negara kunci bagi Indonesia di kawasan Eurasia, dengan landasan hubungan yang saling menghormati dan menguntungkan.

Dalam diskusi bilateral yang intens, kedua pemimpin merumuskan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ikatan di berbagai sektor vital. Puncak dari pertemuan ini adalah peluncuran "Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030", sebuah kerangka kerja komprehensif yang akan menjadi panduan pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. Prabowo menekankan bahwa dokumen ini mencerminkan tekad bersama untuk kolaborasi yang lebih terarah dan konkret.
Sektor ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama. Prabowo melihat adanya potensi besar yang saling melengkapi antara Indonesia dan Belarus. Kedua negara berkomitmen untuk mengintensifkan kolaborasi dalam pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi dan alat pertanian canggih, hingga alat berat. Semua ini bertujuan untuk mendukung pembangunan sektor pangan yang berkelanjutan dan mandiri.
Selain itu, kesepakatan juga dicapai untuk memperluas kemitraan ekonomi. Ini mencakup pengembangan industri, modernisasi sektor pertanian secara menyeluruh, penguatan rantai pasok global, serta pertukaran teknologi inovatif. Di bidang perdagangan, Prabowo menyampaikan apresiasi atas rampungnya proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union oleh Belarus, sebuah langkah krusial yang diharapkan akan mendongkrak volume perdagangan bilateral.








Tinggalkan komentar