55 NEWS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) memastikan bahwa ancaman bom yang menyasar pesawat Saudia Airlines yang mengangkut jamaah haji Indonesia adalah tidak benar alias hoaks. Kepastian ini memberikan kelegaan bagi ratusan jemaah haji dan keluarga mereka di tanah air.

Related Post
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani dua insiden terkait ancaman bom terhadap maskapai penerbangan Saudi yang bertugas mengangkut para tamu Allah dari Indonesia. Kedua insiden ini sempat menimbulkan kekhawatiran yang meluas.

Kasus pertama terjadi pada Selasa, 17 Juni 2025, ketika pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 yang membawa 442 jamaah haji dari Indonesia terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan. Pendaratan ini dilakukan setelah adanya ancaman bom yang dikirimkan melalui surat elektronik (email) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Email tersebut berisi ancaman peledakan pesawat Saudia Airlines SV 5276 dengan rute Jeddah – Jakarta (Bandar Udara Soekarno Hatta) yang mengangkut 442 jamaah haji Kloter 12 JKS.
Insiden kedua terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025. Pesawat Saudia SV-5688 yang membawa 376 penumpang jamaah haji Kelompok Terbang (kloter) 33 Debarkasi Surabaya kembali mendarat darurat di Bandara Kualanamu Deli Serdang, setelah menerima dugaan ancaman bom. Ancaman kali ini diterima melalui telepon yang diterima petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Area Control Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC, dengan rute Jeddah-Muscat (Oman)-Surabaya.
"Kedua penerbangan telah ditangani sesuai dengan protokol kontingensi yang berlaku. Setelah melalui penilaian menyeluruh, ancaman yang diterima dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait," tegas Lukman.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi insiden serupa di masa mendatang, Kemenhub telah menjalin koordinasi formal dengan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA). Tujuannya adalah untuk meningkatkan langkah-langkah pengamanan penerbangan secara bersama-sama guna mencegah ancaman bom.
Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang, serta mempercayakan informasi hanya dari sumber-sumber resmi. Pihaknya akan terus berupaya maksimal untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, khususnya bagi para jamaah haji Indonesia.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar