55 NEWS – Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka operasional pabrik perakitan kendaraan komersial bertenaga listrik perdana di Indonesia. Fasilitas megah ini, yang dioperasikan oleh PT VKTR Sakti Industries (VKTS), anak perusahaan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, dan diresmikan pada Kamis (9/4/2026). Proyek strategis senilai Rp5 triliun ini menandai babak baru dalam peta jalan industri otomotif nasional, khususnya di segmen kendaraan komersial seperti bus dan truk listrik.

Related Post
Peresmian pabrik ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi langkah strategis Indonesia dalam mengakselerasi pengembangan industri kendaraan listrik (EV) domestik. Fokus pada segmen kendaraan komersial dianggap krusial untuk membangun ekosistem otomotif berkelanjutan yang berlandaskan energi bersih, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi sektor swasta nasional yang tak henti berpartisipasi aktif dalam pembangunan industri di tanah air. Kepala Negara secara spesifik memuji peran Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, beserta seluruh kelompok usahanya, atas inisiatif dan konsistensi mereka dalam mendorong inovasi.
"Saya menyambut baik dan sangat menghargai inisiatif luar biasa yang telah digagas oleh Saudara Anindya Bakrie dan keluarga, beserta kelompok usahanya, yang telah dimulai sejak beberapa tahun lalu," tegas Prabowo, menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya tersebut.
Lebih lanjut, Prabowo menyuarakan harapannya agar VKTR dapat bertransformasi menjadi "juara nasional" atau national champion Indonesia di kancah industri otomotif, berdiri sejajar dengan raksasa global. "Jika Jepang memiliki Isuzu dan Hino, atau Korea dengan Hyundai dan Daewoo, saya optimis dalam beberapa tahun ke depan, kita akan menyaksikan VKTR diakui sebagai salah satu champion kebanggaan Indonesia," ujarnya penuh keyakinan, menggambarkan ambisi besar untuk industri otomotif Tanah Air.
Menanggapi visi tersebut, Komisaris Utama VKTR Teknologi Mobilitas, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa fondasi VKTR, atau yang akrab disebut Vektor, sejak awal didirikan di atas dua pilar utama: upaya dekarbonisasi dan pencapaian kemandirian ekonomi bangsa.
Anin, sapaan akrabnya, menekankan bahwa perjalanan menuju target emisi nol bersih (net zero emission) pada tahun 2060, serta penguatan ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), adalah sebuah keniscayaan strategis yang harus ditempuh Indonesia.
"Bapak Presiden Prabowo selalu mengingatkan kita bahwa dalam lintasan sejarah pembangunan, krisis seringkali justru menjelma menjadi momentum emas untuk melakukan lompatan kemajuan yang signifikan," tutur Anin, mengutip pelajaran berharga dari Kepala Negara.
Anin menambahkan, seringkali pembangunan industri menemukan momentum terbaiknya justru di tengah badai krisis. Dengan semangat tersebut, VKTR kini hadir sebagai estafet perjalanan panjang industri otomotif nasional yang telah dirintis oleh Achmad Bakrie melalui Bakrie Autoparts pada tahun 1975, kemudian dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie dengan Bakrie Motor pada tahun 1997, meskipun sempat terhambat oleh gejolak krisis ekonomi.
"Kini, Vektor meneruskan jejak tersebut, bertransformasi dari sekadar produsen komponen menjadi perakit kendaraan utuh, dan beralih dari era bahan bakar bensin menuju masa depan yang sepenuhnya elektrik," pungkas Anin, menandai era baru bagi grup usahanya dan industri otomotif nasional.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar