Terungkap! Strategi Agresif Bank Mandiri Bikin Laba Melonjak Rp8,9 Triliun di Tengah Ekonomi Penuh Tantangan – Apa Rahasianya?

55 NEWS – Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang impresif di awal tahun 2026. Bank pelat merah ini berhasil membukukan penyaluran kredit mencapai Rp1.513,1 triliun hingga Februari 2026, menandai pertumbuhan signifikan sebesar 15,7% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Pencapaian ini menyoroti langkah proaktif perseroan dalam ekspansi pembiayaan di tengah lanskap perekonomian yang masih diselimuti kehati-hatian.

COLLABMEDIANET

Menurut analisis Piter Abdullah, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, akselerasi pertumbuhan kredit Bank Mandiri lebih didorong oleh kebijakan bank yang agresif dalam menyalurkan dana, bukan semata-mata karena lonjakan permintaan kredit yang signifikan dari pasar. "Terlepas dari pendorong utamanya, saya menilai kinerja Bank Mandiri tetap sangat baik, tercermin dari indikator permodalan, likuiditas, dan profitabilitas yang solid," ungkap Piter, seperti dikutip dari 55tv.co.id, Minggu (5/4/2026). Ia menambahkan bahwa strategi agresif semacam ini tidak serta-merta mengindikasikan pemulihan permintaan kredit secara menyeluruh, dan tidak semua institusi perbankan menerapkan pendekatan serupa.

Terungkap! Strategi Agresif Bank Mandiri Bikin Laba Melonjak Rp8,9 Triliun di Tengah Ekonomi Penuh Tantangan – Apa Rahasianya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Bersamaan dengan ekspansi kredit, Bank Mandiri juga sukses menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.644,8 triliun, tumbuh 16,3% YoY. Angka ini menjadi cerminan nyata dari kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan dan stabilitas finansial Bank Mandiri.

Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, menjelaskan bahwa peningkatan performa ini selaras dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan Bank Mandiri, khususnya melalui platform digital. "Laba bersih Bank Mandiri melonjak 16,7% secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026. Ini didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis komisi," ujar Novita.

Secara keseluruhan, hingga Februari 2026, volume transaksi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Total transaksi telah melampaui 738,7 juta sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan (YoY). Fenomena ini menegaskan peran krusial inovasi digital dalam menopang pertumbuhan bisnis dan profitabilitas Bank Mandiri di era modern.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar