55 NEWS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proyek rumah susun (rusun) bersubsidi di bekas lahan apartemen Meikarta, Cikarang, akan berjalan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas rekam jejak Meikarta di bawah Lippo Group yang sebelumnya diwarnai kontroversi dan masalah dengan konsumen. Ara, sapaan akrabnya, menyampaikan hal ini di Gedung BRI I, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).

Related Post
"Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama, apalagi dengan metode dan pihak yang sudah terbukti gagal di masa lalu," tegas Menteri Ara, menyoroti pentingnya pembelajaran dari pengalaman pahit sebelumnya. Penekanan ini mengindikasikan upaya serius pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap proyek perumahan rakyat, sekaligus menghindari terulangnya kasus-kasus sengketa konsumen yang merugikan.

Salah satu pilar utama keberhasilan proyek ini, menurut Ara, adalah skema pembiayaan yang solid. Isu pendanaan kerap menjadi batu sandungan dalam realisasi proyek perumahan bersubsidi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, intervensi dan dukungan kuat dari sektor perbankan menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan dan keterjangkauan proyek ini.
Menteri PKP melihat potensi besar dalam mengadopsi konsep pembiayaan perbankan yang telah berhasil diterapkan pada program rumah subsidi lainnya. Bahkan, ia mendorong adanya terobosan fiskal baru dari perbankan untuk memperkuat fondasi keuangan proyek ini. Saat ini, pihaknya tengah berdiskusi intensif dengan BRI dan Tapera untuk merumuskan model pembiayaan yang paling efektif dan inovatif, termasuk kemungkinan penggunaan produk pendanaan bank lainnya sebagai alternatif.
"Kami mengusulkan skema yang mirip dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR), di mana likuiditas akan disediakan oleh perbankan dan pemerintah akan memberikan subsidi selisih bunga. Ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak," jelas Ara. Dengan pendekatan ini, diharapkan proyek rusun subsidi Meikarta tidak hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun harapan baru bagi ribuan keluarga yang mendambakan hunian terjangkau tanpa terjerat masalah di kemudian hari.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar