55 NEWS – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan kebijakan strategis yang berpotensi mendongkrak mobilitas masyarakat sekaligus menstimulus sektor pariwisata domestik. Dalam rangka menyambut momentum libur sekolah, perusahaan pelat merah ini mengumumkan pembebasan 100 persen tarif jasa pelabuhan untuk seluruh pembelian tiket penyeberangan laut, yang berlaku efektif untuk periode perjalanan 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Related Post
Kebijakan progresif ini, seperti dijelaskan oleh Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, secara signifikan akan menurunkan harga tiket penyeberangan untuk semua kategori penumpang. Penurunan rata-rata mencapai 21,9 persen, sebuah angka yang tentu meringankan beban finansial masyarakat di tengah persiapan liburan. "Pemesanan tiket dengan skema diskon ini telah dibuka sejak 6 Juni 2026. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mendapatkan informasi lebih lanjut melalui kanal resmi ASDP atau 55tv.co.id," ujar Windy pada Selasa (16/6/2026).

Program potongan tarif ini dirancang khusus untuk mengakomodasi penumpang pejalan kaki, serta pengguna kendaraan Golongan II dan Golongan IVA. Implementasinya mencakup tujuh lintasan penyeberangan utama yang vital bagi konektivitas antarwilayah, baik untuk layanan kapal reguler maupun eksekutif. Rute-rute tersebut meliputi Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kayangan–Poto Tano, Tanjung Uban–Telaga Punggur, Ajibata–Ambarita, serta Sape–Labuan Bajo. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume penumpang dan kendaraan di rute-rute strategis tersebut, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Menyikapi potensi lonjakan arus penumpang dan kendaraan selama periode libur sekolah, Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga standar operasional. "Kami memastikan seluruh unit operasional di lapangan berada dalam kondisi prima dan siap melayani kebutuhan masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman, terutama di tengah peningkatan volume pergerakan," kata Heru. Optimasi operasional dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik dan mobilitas warga, memastikan pengalaman perjalanan yang efisien dan memuaskan bagi seluruh pengguna jasa.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar