Tragedi Maut di Proyek Cilincing

Tragedi Maut di Proyek Cilincing

55tv.co.id – Dunia konstruksi di Jakarta Utara tengah diselimuti awan duka setelah sebuah insiden tragis menimpa seorang anak di kawasan Cilincing. Peristiwa memilukan ini terjadi di sekitar area akses menuju proyek pembangunan Rumah Pompa Cilincing-KBN (Waduk Belibis), yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang anak di tengah genangan air galian.

COLLABMEDIANET

Insiden yang terjadi pada Jumat (30/10/2026) tersebut melibatkan seorang anak berinisial FP. Korban dilaporkan tenggelam saat berada di area genangan air yang terdapat pada galian di wilayah Semper Barat, Cilincing. Kejadian ini sontak mengejutkan warga sekitar dan memicu perhatian serius dari pihak-pihak terkait, terutama pihak pengelola proyek.

Tragedi Maut di Proyek Cilincing
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi peristiwa tersebut, PT Nindya Karya (Persero) selaku perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut segera mengambil langkah cepat. Perusahaan menyatakan sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kronologi serta memastikan seluruh fakta di lapangan terkumpul secara lengkap.

Senior Vice President QHSE PT Nindya Karya (Persero), Dedikasi Firansyah, memberikan klarifikasi mengenai lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa titik di mana insiden tersebut terjadi sebenarnya merupakan jalan akses bersama yang digunakan oleh masyarakat, bukan merupakan bagian dari zona operasional atau area kerja inti yang dikelola langsung oleh perusahaan.

"Lokasi kejadian berada di jalan akses bersama menuju area proyek dan bukan merupakan bagian dari area kerja maupun zona operasional proyek yang dikelola perusahaan," jelas Dedikasi dalam keterangan resminya.

Meski secara teknis lokasi tersebut berada di luar area kerja utama, Nindya Karya menunjukkan tanggung jawab moral yang tinggi. Perusahaan tidak tinggal diam dan langsung berkoordinasi dengan warga setempat serta pihak berwenang untuk menangani dampak dari kejadian tersebut.

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial, manajemen Nindya Karya telah memberikan pendampingan serta santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Selain itu, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada korban lain yang dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat insiden ini.

"Atas nama manajemen, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap korban yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis dapat segera pulih," tambah Dedikasi.

Dedikasi juga memberikan apresiasi kepada para pekerja proyek dan warga sekitar yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama saat mengetahui adanya korban. Langkah koordinasi melalui pertemuan dengan warga terus dilakukan guna memastikan penanganan pasca-kejadian berjalan dengan transparan dan baik.

Saat ini, tim investigasi internal masih bekerja keras untuk melengkapi dokumentasi dan mengumpulkan informasi menyeluruh. Langkah ini diambil agar perusahaan dapat melakukan evaluasi mendalam, meskipun kejadian tersebut berada di jalur akses umum, guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar