Tren Baru Investasi Emas Milenial

Tren Baru Investasi Emas Milenial

55tv.co.id – Pergeseran gaya hidup dalam mengelola kekayaan kini mulai terlihat jelas di tengah masyarakat Indonesia. Jika dahulu emas identik dengan perhiasan yang dipakai untuk mempercantik diri, kini paradigma tersebut telah berubah drastis. Generasi muda, terutama kaum milenial dan Gen Z, mulai meninggalkan tradisi lama dan beralih ke instrumen yang lebih murni sebagai alat penyimpan nilai.

COLLABMEDIANET

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi, mengungkapkan bahwa tren investasi emas saat ini mengalami transformasi yang signifikan. Menurutnya, pola pikir masyarakat dalam melihat emas sebagai aset investasi telah bergeser dari bentuk fisik yang bersifat dekoratif menjadi bentuk yang lebih fungsional.

Tren Baru Investasi Emas Milenial
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Dulu, orang tua kita cenderung membeli emas dalam bentuk perhiasan. Jadi, mereka membeli emas sekaligus menabung dalam bentuk aksesori yang bisa dipakai," ujar Iding dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026, Sabtu (7/11/2026).

Ia menambahkan bahwa bagi generasi muda, memiliki perhiasan emas mungkin tidak lagi menjadi daya tarik utama dalam berinvestasi. Mereka lebih menginginkan aset yang memiliki nilai intrinsik tinggi tanpa harus terbebani oleh masalah estetika atau biaya pembuatan perhiasan. Oleh karena itu, emas batangan kini menjadi primadona baru bagi mereka yang ingin fokus pada pertumbuhan nilai aset.

Emas tetap menjadi primadona karena statusnya sebagai aset safe haven. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan potensi krisis, emas dianggap sebagai pelindung nilai yang paling aman. Selain itu, berkembangnya ekosistem bullion yang memungkinkan emas disimpan, diperjualbelikan, hingga diinvestasikan secara digital, semakin memperkuat posisi emas dalam portofolio investasi modern.

Menanggapi perubahan perilaku masyarakat yang semakin melek digital, Iding mendorong para investor muda untuk mulai melirik instrumen Exchange Traded Fund (ETF) emas. Instrumen ini dianggap sangat relevan dengan kebutuhan generasi masa kini yang mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan fleksibilitas melalui genggaman ponsel pintar.

"Anak muda ingin segalanya mudah. Di Bursa Efek Indonesia sendiri sudah mengadopsi digitalisasi penuh. Investor bisa membuka rekening hingga melakukan transaksi jual beli saham hanya melalui handphone. Hal yang sama kini bisa diterapkan pada investasi emas," jelas Iding.

Melalui ETF emas, investor tidak perlu lagi repot menyimpan emas batangan fisik di rumah yang memiliki risiko keamanan tinggi. Cukup dengan memiliki rekening saham, investor dapat memasukkan ETF emas ke dalam portofolio mereka. Dengan mekanisme ini, proses jual beli emas menjadi semudah melakukan transaksi saham di aplikasi perdagangan.

Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset secara instan. Dengan ETF emas, investor dapat menikmati kenaikan harga emas dunia tanpa harus berurusan dengan logistik penyimpanan fisik, menjadikannya solusi investasi yang modern, aman, dan sangat efisien bagi masyarakat digital.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar