55tv.co.id – Sebuah babak penting dalam sejarah ekonomi Indonesia akhirnya tertutup. Pemerintah mengumumkan telah menuntaskan seluruh beban surat utang yang diterbitkan untuk mengatasi gejolak finansial dan perbankan dahsyat pada periode 1997-1998. Pelunasan tuntas atas instrumen kewajiban krisis tersebut resmi dituntaskan pada bulan Agustus 2026.

Related Post
Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan fakta historis penanganan krisis yang melanda tiga dekade silam. Kala itu, pemerintah terpaksa menerbitkan obligasi dengan nilai total mencapai angka fantastis Rp640 triliun. "Jika kita menilik kembali sejarah 30 tahun lalu saat menghadapi krisis 97-98, pemerintah mengeluarkan obligasi total Rp640 triliun. Dan kini kita telah melunasinya," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa pada Jumat 18 September 2026.

Strategi pelunasan beban krisis ini dijalankan secara bertahap dalam jangka panjang. Suahasil menjelaskan bahwa jenis obligasi rekapitalisasi telah sepenuhnya lunas pada Juli 2020. Sementara itu, kewajiban surat utang yang terkait langsung dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia BLBI baru tuntas terbayar pada Agustus 2026.
"Beberapa jenis obligasi yang kami keluarkan ada yang sudah lunas di Juli 2020, dan ada yang baru lunas kemarin," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa ini merupakan babak penting dalam perjalanan sektor finansial tanah air. Dengan penanganan krisis 97-98 kala itu, negara kita mampu terus melakukan reformasi dan pembangunan hingga saat ini.
Suahasil juga memaparkan bahwa mekanisme pelunasan surat utang krisis tersebut berhasil berkat pemanfaatan setoran kelebihan dana Bank Sentral ke perbendaharaan negara, sesuai mandat regulasi yang berlaku. Langkah ini menjadi fondasi bagi reformasi berkelanjutan dan akselerasi pembangunan nasional.










Tinggalkan komentar