
Artikel Berita:

Related Post
55 NEWS – Pasar Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kembali bergejolak memasuki Agustus 2025. Sejumlah penyedia BBM, termasuk Pertamina, Shell, BP, dan Vivo, melakukan penyesuaian harga yang bervariasi, menciptakan dinamika baru bagi konsumen. Perubahan ini mencerminkan kompleksitas faktor-faktor ekonomi global dan domestik yang memengaruhi harga energi.
Pertamina, sebagai pemain utama di sektor ini, melakukan penyesuaian pada beberapa jenis BBM non-subsidi. Pertamax mengalami penurunan harga menjadi Rp12.200 per liter dari sebelumnya Rp12.500 per liter, sementara Pertamax Turbo juga turun menjadi Rp13.200 per liter dari Rp13.500 per liter. Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari jenis Dexlite yang naik dari Rp13.320 per liter menjadi Rp13.850 per liter, serta Pertamina Dex yang kini dijual seharga Rp14.150 per liter. Untuk jenis BBM yang disubsidi pemerintah, Pertalite tetap stabil di harga Rp10.000 per liter dan solar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini didasarkan pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa perubahan ini mengikuti tren harga minyak dunia yang mengacu pada rata-rata harga minyak mentah di pasar Singapura (MOPS) serta mempertimbangkan kondisi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Tidak hanya Pertamina, Shell juga melakukan penyesuaian harga. Harga BBM Shell Super turun dari Rp12.810 menjadi Rp12.580 per liter, sementara V-Power turun dari Rp13.300 menjadi Rp13.050 per liter. Namun, harga BBM jenis diesel di Shell justru naik menjadi Rp14.380 per liter.
BP juga mengalami perubahan harga. BP 92 turun dari Rp12.600 per liter menjadi Rp12.550 per liter, sementara harga BBM diesel naik menjadi Rp14.380 per liter.
Vivo juga tak ketinggalan melakukan penyesuaian. Harga Vivo Revvo 90 (RON 90) turun menjadi Rp12.490 per liter, sementara harga BBM diesel milik Vivo juga naik menjadi Rp14.380 per liter.
Pergerakan harga BBM yang fluktuatif ini menunjukkan sensitivitas pasar energi terhadap berbagai faktor eksternal dan internal. Konsumen diharapkan dapat mencermati perubahan ini dan menyesuaikan pengeluaran mereka.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar