Geger ACL 2025! Lawan Persib Bukan Kaleng-Kaleng: Pangeran Brunei Rp287 Triliun Ini Punya Kisah Karier yang Mengejutkan. Mengapa Forbes ‘Abaikan’ Kekayaannya?

Geger ACL 2025! Lawan Persib Bukan Kaleng-Kaleng: Pangeran Brunei Rp287 Triliun Ini Punya Kisah Karier yang Mengejutkan. Mengapa Forbes 'Abaikan' Kekayaannya?

55 NEWS – Sorotan tajam tertuju pada sosok Faiq Bolkiah, pemain Ratchaburi FC asal Thailand, yang dijadwalkan akan berhadapan dengan Persib Bandung dalam ajang 16 besar ACL 2 musim 2025-2026. Bukan sekadar atlet lapangan hijau biasa, Faiq Bolkiah dikenal sebagai pesepakbola dengan kekayaan fantastis, bahkan sering disebut sebagai yang terkaya di dunia, dengan estimasi harta mencapai Rp287 triliun.

COLLABMEDIANET

Latar belakang Faiq Bolkiah memang bukan dari kalangan biasa. Ia merupakan putra dari Pangeran Abdul Jefri Bolkiah, salah satu pangeran terkemuka di Brunei Darussalam. Secara otomatis, statusnya juga menempatkannya sebagai keponakan dari Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. Garis keturunan kerajaan inilah yang menjadi fondasi utama kekayaan melimpahnya, bahkan sejak usia muda, sebuah anomali di dunia sepak bola profesional.

Geger ACL 2025! Lawan Persib Bukan Kaleng-Kaleng: Pangeran Brunei Rp287 Triliun Ini Punya Kisah Karier yang Mengejutkan. Mengapa Forbes 'Abaikan' Kekayaannya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dengan estimasi kekayaan yang mencapai angka Rp287 triliun, Faiq Bolkiah jelas berada di liga tersendiri dalam hal finansial. Namun, menariknya, majalah bisnis terkemuka Forbes tidak pernah mencantumkan namanya dalam daftar pesepakbola terkaya di dunia. Hal ini disebabkan oleh kriteria penilaian Forbes yang umumnya berfokus pada pendapatan dari gaji klub, sponsor, dan investasi pribadi yang dihasilkan secara langsung dari karier sepak bolanya, bukan warisan atau kekayaan keluarga.

Meski bergelimang harta, perjalanan karier Faiq di lapangan hijau justru menunjukkan dinamika yang berbeda. Sejak dini, ia telah menimba ilmu di sejumlah akademi sepak bola bergengsi di Inggris, termasuk Newbury, Southampton, dan bahkan sempat merasakan atmosfer Akademi Chelsea yang terkenal. Namun, setelah periode di Leicester City, jejak karier Faiq di kancah sepak bola profesional mulai menjadi perbincangan. Perkembangannya dinilai kurang signifikan dibandingkan potensi finansialnya.

Setelah meninggalkan Leicester, Faiq sempat mencoba peruntungan di Liga Portugal bersama klub Marítimo. Namun, petualangan di Eropa tidak berlangsung lama. Pada Desember 2021, ia memutuskan untuk mengarungi kompetisi Liga Thailand, bergabung dengan Chonburi FC, sebelum akhirnya berlabuh di Ratchaburi FC, klub yang kini akan menjadi penantang Persib Bandung.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar